Gus War: Demonstrasi Hak, Tetap Damai, Hindari Kekerasan
Gambar atau konten salah?
Kediri – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH Muhammad Anwar Iskandar, menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi.
Ia mengingatkan mahasiswa dan masyarakat bahwa aspirasi harus disampaikan secara tertib, damai, dan tidak melanggar hukum. Demonstrasi dianggap sebagai wujud kebebasan berpikir dan berpendapat.
Menurut Gus War, keberadaan demonstrasi menunjukkan bahwa demokrasi berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengekspresikan kritik selama tetap sesuai ketentuan.
“Demo itu bagian dari kebebasan berpikir dan kebebasan berpendapat. Adanya demonstrasi menunjukkan demokrasi berjalan dan sehat,” kata Gus War pada 13 Juni 2026.
Namun, ia menegaskan bahwa aksi unjuk rasa tidak boleh berubah menjadi tindakan anarkis yang merugikan masyarakat.
Demonstran harus menjaga etika, menghormati fasilitas publik, dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban umum. Fasilitas publik harus dijaga agar tetap aman bagi semua.
Gus War menyebut tindakan seperti perusakan fasilitas umum, vandalisme, pembakaran, penjarahan, dan aksi kekerasan tidak mencerminkan sikap intelektual. Tindakan tersebut dapat berujung pada pelanggaran hukum.
“Silakan menyampaikan aspirasi dan kritik. Tetapi jangan merusak fasilitas umum, jangan melakukan kekerasan, apalagi tindakan yang merugikan masyarakat. Itu bukan sikap seorang intelektual dan sudah masuk ranah pelanggaran hukum,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap gerakan penyampaian pendapat tetap berada dalam koridor konstitusi. Ia menolak upaya inkonstitusional yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan sah di luar mekanisme demokrasi.
“Sampaikan pendapat dengan baik, gunakan bahasa yang santun dan tetap menjaga akhlak. Jangan sampai aksi berubah menjadi anarkis. Adik-adikku sekalian, sayangilah dirimu sendiri. Jangan merusak diri dengan melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan para intelektual. Aturlah kata-kata yang baik dan sopan,” pungkas Gus War.
Gus War menegaskan bahwa demokrasi menyediakan ruang dan jalur konstitusional bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan melakukan kontrol terhadap pemerintah. Ia mengajak semua pihak untuk mengekspresikan pendapat secara damai, menghormati hukum, dan menjaga ketertiban umum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gubernur Khofifah Melantik Pengurus IKA FH Unair 2025‑2030
STPN Buka Penerimaan Taruna 2026/2027: 350 Kursi Disediakan
Garuda Muda Kalahkan Kamboja 1-0, Posisi Ketiga AFF U-19
Timnas U-19 Indonesia Raih Posisi Ketiga, Kalahkan Kamboja 1-0
MUI Tetap Program Makan Bergizi Gratis, Jangan Hentikan
Mayjen Widiastawa Dorong Pengembangan Jagung Banyuwangi
Berita Terbaru
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT Juni 2026 Pekerja D3
Bulan Muharram: Mulai Tahun Baru Islam Puasa dan Doa
Gus War: Demonstrasi Hak, Tetap Damai, Hindari Kekerasan
Keju Bukan Penyebab Mimpi Buruk, Laktosa Jadi Faktor
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Gila 50%+20%
Doa Tahun Baru Islam 2026: Waktu Terbaik Setelah Ashar
Penari Disabilitas Menarikan Pawai Badung, Dukungan Rp1 Juta
Gubernur Khofifah Melantik Pengurus IKA FH Unair 2025‑2030