Gus Yahya Laporkan Capaian Reformasi NU di Munas

Ika P. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gus Yahya Laporkan Capaian Reformasi NU di Munas

Gambar atau konten salah?

Di tengah suasana Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan laporan panjang di hadapan para peserta Sidang Pleno II. Acara ini merupakan bagian dari Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang digelar pada Minggu, 21 Juni 2026.

Gus Yahya memaparkan berbagai capaian organisasi selama hampir satu periode kepemimpinannya. Ia menyebutkan bahwa pihaknya berhasil melakukan reformasi di sejumlah bidang. Mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi berjenjang, transformasi digital, hingga penguatan ekonomi dan peran NU di kancah global.

"Karena ini Munas dan Konbes terakhir sebelum Muktamar ke-35, maka saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mencicil laporan. Sudah sekian lama kita melaksanakan tugas hampir penuh satu periode," ujar Gus Yahya pada Senin, 22 Juni 2026.

Salah satu capaian utama yang disorot adalah penataan tata kelola organisasi. PBNU menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), menyusun berbagai regulasi internal, serta mengembangkan platform digital. Platform ini kini telah digunakan hingga tingkat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

Di bidang kaderisasi, angka yang disebut cukup besar. PBNU telah menggelar lebih dari 1.000 angkatan Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Dari program itu, lahir lebih dari 130 ribu lulusan. Sementara itu, Pendidikan Menengah Kader NU (PMKNU) telah meluluskan lebih dari 3.000 kader.

"Meritokrasi itu berarti setiap jenjang kepemimpinan diukur dengan kapasitas orang-orang yang menduduki jenjang tersebut," tegas Gus Yahya menjelaskan prinsip di balik program kaderisasi tersebut.

Dalam sektor ekonomi, PBNU mulai mengurangi ketergantungan pada donasi. Organisasi ini mengembangkan berbagai unit usaha. Ada pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, dan yang paling baru adalah pengelolaan konsesi tambang.

"Kita sekarang sudah dapat konsesi tambang dan sudah berjalan cukup baik. Mudah-mudahan pemimpin NU berikutnya bisa menikmati hasilnya dengan tata kelola yang jelas," ungkap Gus Yahya.

Gus Yahya juga menyoroti program transformasi pesantren. Menurutnya, ini menjadi agenda strategis PBNU. Penguatan tata kelola dan standar mutu pesantren dinilai penting. Apalagi di tengah maraknya kasus kekerasan yang berdampak pada citra lembaga pendidikan pesantren.

Di sisi lain, PBNU memperluas dakwah digital. Organisasi ini menggelar pelatihan konten dan literasi digital bagi para dai serta ulama. Di bidang kebangsaan, PBNU menjaga jarak yang sama dengan seluruh kekuatan politik. Namun, organisasi ini tetap mendukung program pemerintah yang dinilai membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Pada level internasional, PBNU aktif menginisiasi forum-forum global. Organisasi ini mendorong diplomasi perdamaian dunia. Menutup laporannya, Gus Yahya meminta doa dan dukungan warga NU menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan saat ini.

"Saya mohon doa restu dan mohon maaf apabila selama khidmat ini ada banyak kekurangan. Mudah-mudahan yang akan datang bisa melakukan lebih baik," tuturnya.

Laporan ini menjadi semacam peta jalan bagi kepengurusan NU berikutnya. Dari tata kelola hingga konsesi tambang, semuanya disebut sebagai warisan yang perlu dilanjutkan. Gus Yahya menekankan bahwa reformasi yang sudah dimulai harus terus berjalan, bukan berhenti di satu periode.

reformasi organisasikaderisasi berjenjangtransformasi digitalekonomi pesantrenkonsesi tambangdakwah digitaldiplomasi global

Komentar

Memuat komentar...