Hantavirus di Indonesia: Diagnosis Sulit, Risiko
Gambar atau konten salah?
Hantavirus kini menjadi sorotan publik setelah wabah Andes virus terdeteksi di kapal pesiar mewah MV Hondius. Di Indonesia, virus yang ditemukan berbeda, yaitu Seoul virus. Banyak orang mengira gejala hantavirus sama dengan penyakit lain, sehingga sering terlewatkan.
Hantavirus dapat menimbulkan dua penyakit utama, keduanya berbahaya. Yang pertama adalah Hemorragic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang biasanya muncul di Asia dan Eropa. Yang kedua adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang lebih sering ditemukan di Amerika.
Gejala HFRS meliputi:
- Demam atau menggigil
- Sakit kepala hebat
- Sakit punggung dan perut
- Perdarahan
- Mual
- Penglihatan kabur
- Gagal ginjal
Gejala HPS biasanya berupa:
- Sesak napas akut
- Gagal napas
- Kelelahan
- Demam
- Nyeri otot, terutama pada otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan kadang bahu
Gejala hantavirus sering kali mirip dengan penyakit demam lainnya seperti dengue, tifoid, atau leptospirosis. Karena itu, banyak kasus salah diagnosis atau tidak terdeteksi sama sekali. Hal ini membuat hantavirus menjadi “underdiagnosed” dan “underrated”.
Ada tiga alasan utama mengapa hantavirus harus menjadi perhatian serius:
1. Underdiagnosed dan Underrated – Banyak kasus tidak terdeteksi karena gejalanya serupa penyakit lain.
2. Reservoir Melimpah – Indonesia memiliki setidaknya 15 spesies tikus yang terkonfirmasi membawa virus.
3. Potensi Fatal Tinggi – Tingkat kematian (Case Fatality Rate) hantavirus dapat mencapai puluhan persen pada kasus berat, bahkan hingga 50 % pada beberapa tipe virus.
Kesimpulannya, hantavirus bukan sekadar penyakit langka. Dengan gejala yang mudah disamakan dengan penyakit lain, banyak kasus terlewat. Kombinasi jumlah reservoir yang banyak dan potensi fatalitas tinggi membuatnya menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai dan ditangani secara serius oleh kebijakan kesehatan nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Teka-teki batang korek api: hanya satu geseran bisa ubah semuanya
Matcha Gen Z: 4 Manfaat Kesehatan Terbukti
6 Tanda Gula Darah Tinggi di Pagi Hari yang Sering Diabaikan
Kelelahan Tak Kunjung Reda? Waspada Diabetes
Tiga Kebiasaan Makan Ini Bikin Stres Makin Parah
Kuli Bangunan Mati Akibat Panas Ekstrem dan Kerusakan Ginjal
Berita Terbaru
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Harga Baru Cuma Setengah dari Harga Pasar
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Abu Bakar Ba'asyir Hadir di Milad Seabad Gontor
Teka-teki batang korek api: hanya satu geseran bisa ubah semuanya
Minyak Goreng 66 Tahun: Rahasia Lezat atau Risiko Kanker?
LeCun Sebut xAI Gagal, Tak Mampu Saingi Perusahaan AI Lain
PKN STAN Buka Pendaftaran SPMB-PT 2026 untuk Alumni
