Hantavirus Kena Warga Ketapang, Kasus Pertama di Kalbar
Gambar atau konten salah?
hantavirus menewaskan seorang warga di Ketapang, Kalbar, pada 01 Maret 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa ini adalah temuan pertama kasus hantavirus di wilayah tersebut. Kepala Dinas, dr. Feria Kowira, menyatakan bahwa pasien sebelumnya pernah dirawat di RSUD dr Agoessdjam Ketapang dan memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisinya.
“Pasien sempat menjalani perawatan di RSUD dr Agoessdjam Ketapang dan meninggal dunia. Selain terpapar hantavirus, pasien juga memiliki penyakit penyerta yang memperburuk kondisi kesehatannya,” ujar dr. Feria Kowira.
Infeksi hantavirus terkonfirmasi setelah sampel pasien diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Salatiga, Jawa Tengah. Menurut dr. Feria, virus ini menular dari tikus ke manusia, bukan melalui kontak antarmanusia.
“Penularannya dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia, sehingga masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada,” katanya.
Tim Dinkes Ketapang melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi kasus. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada warga lain yang dinyatakan positif terpapar hantavirus.
“Hasil pemeriksaan terhadap warga di sekitar lokasi tidak ditemukan adanya kasus positif lainnya,” tegas dr. Feria.
Meski tidak ada kasus lain, masyarakat tetap diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah tikus masuk ke rumah guna mengurangi risiko penularan.
“Tidak perlu kita panik, namun wajib waspada,” imbaunya. dr. Feria juga meminta warga memastikan makanan dan minuman tidak terpapar kotoran maupun urine tikus yang dapat menjadi media penyebaran virus.
“Pastikan rumah tetap bersih, sampah jangan menumpuk, dan tutup akses tikus masuk ke rumah,” pesannya.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan kesehatan lingkungan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan guna mencegah penyebaran penyakit zoonotik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Pencarian Faiz Hidayat 23 Tahun di Gunung Seulawah Berlanjut
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Berita Terbaru
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
7 SPPG Malang Disuspend Karena Masalah IPAL, Siap Kembali
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
