Hari Tasyrik: Momen Zikir dan Doa Setelah Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Hari Tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, tiga hari setelah Idul Adha. Pada masa ini umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, khususnya doa dan zikir, sebagai wujud syukur atas kemenangan Allah atas Nabi Ibrahim dan keteguhan iman.
Hari ini dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir. Karena masih menjadi bagian dari rangkaian Idul Adha, umat dilarang berpuasa. Namun, dianjurkan untuk terus mengingat Allah melalui takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil.
Menurut buku 5 Amalan Penyuci Hati karya Ali Akbar bin Aqil dan Abdullah Chris, tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah menjadi penyempurna ibadah kurban. Buku tersebut menekankan pentingnya memperbanyak takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid pada malam Idul Fitri maupun Idul Adha, dan melanjutkannya hingga pagi hari sampai khutbah selesai.
Hadis riwayat Muslim dari Nabisyah Al-Hadzali menjelaskan bahwa Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikrullah Ta'ala:
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ لِلَّهِ
Artinya: Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikrullah Ta'ala.
Imam Nawawi, dalam kitab Al-Adzkar, menjelaskan bahwa takbir Idul Adha dimulai setelah salat Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan terus dikumandangkan setiap selesai salat wajib hingga waktu Ashar pada 13 Dzulhijjah. Ia juga mengutip pendapat sahabat Imam Asy-Syafi'i yang menganjurkan takbir dibaca berulang kali, baik saat duduk, berjalan, maupun berada di masjid.
Dalam konteks ini, Hari Tasyrik menjadi momentum untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Zikir yang dianjurkan meliputi takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih.
Berikut contoh bacaan zikir yang sering diamalkan umat Islam pada hari tasyrik:
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُاللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًالَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Arab Latin:
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Allaahu akbaru kabiiran, walhamdu lillaahi katsiiraan, wa subhaanallaahi bukratan wa asiilaan. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyaahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiroon. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa a'azza jundahu, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaah, Allaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamdu.
Selain memperbanyak zikir, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa pada hari tasyrik. Waktu ini dianggap sebagai momen yang baik untuk memohon ampunan, keberkahan, dan berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Doa yang sering diamalkan pada hari tasyrik dapat ditemukan dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana. Doa ini memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta harapan agar senantiasa mendapat rahmat dan perlindungan Allah.
Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ (أَنْتَ) أَهْلَ الكِبْرِيَاءِ وَ الْعَظَمَةِ وَ أَهْلَ الْجُودِ وَ الْجَبَرُوتِ وَ أَهْلَ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَهْلَ التَّقْوَى وَ الْمَغْفِرَةِ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذَا الْيَوْمِ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمِينَ عِيدًا وَ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ آلِهِ ذُخْرًا وَ (شَرَفًا) وَ مَزِيدًا أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُدْخِلَنِي فِي كُلِّ خَيْرٍ أَدْخَلْتَ فِيهِ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُخْرِجَنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ)، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَ أَعُوذُ بِكَ (فِيْهِ) مِمَّا اسْتِعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ (الْمُخْلِصُونَ).
Arab Latin:
Allaahumma (anta) ahlal-kibriyaa'i wal-'azhmati wa ahlal-juudi waljabaruuti wa ahlal-'afwi war-rahmati wa ahlat-taqwa wal-maghfirati, as'aluka bihaqqi hadal-yaumil-ladzii ja'altahu lilmuslimiina 'iidan wa limuhammadin shalal-laahi 'alaihi wa aalihi dzukhran wa (syarfan) wa maziidan an tushalliya 'ala muhammadin wa aali muhammadin wa an tudzkhilanii fii kulli khairin adkhalta fiihi muhammadan wa aali muhammadin wa an tukhrijani min kulli suu'in akhrajta minhu muhammadan wa aali muhammadin shalawaatuka 'alaihi wa 'alaihim (ajma'iina). Allaahumma inni as'aluka khaira maa sa'alaka minhu 'ibaadukash-shaalihuuna wa a'uudzubika (fiihi) mimmaa isti'aadza minhu 'ibaadukash-shaalihuunal (mukhlishuuna).
Dengan mempraktikkan doa dan zikir ini, umat Islam diharapkan tidak hanya merasakan semarak Idul Adha secara lahiriah, tetapi juga menjaga kedekatan spiritual dan semangat ibadah di bulan Dzulhijjah.
Hari Tasyrik, meski sering terlupakan, tetap menjadi bagian penting dari ibadah Idul Adha. Melalui takbir, tahmid, tahlil, tasbih, dan doa, umat dapat memperdalam rasa syukur dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dengan demikian, perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi momen kebahagiaan dunia, tetapi juga menjadi ajang memperbarui niat dan memperkuat iman di bulan suci Dzulhijjah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
