Hujan Deras di Rembang Hancurkan 10 Rumah, Listrik Padam 3 Jam
Gambar atau konten salah?
Di Rembang, hujan deras disertai angin kencang melanda Dukuh Sangkrah, Desa Logede, Kecamatan Sumber pada malam 25 Mei 2026. Acara berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 20.30 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB, menimbulkan kerusakan pada beberapa rumah warga.
Plt Kepala BPBD Rembang, M Lutfi Hakim, menyatakan bahwa hujan deras dan angin kencang menyebabkan 10 rumah warga rusak. “Dampak akibat kejadian tersebut, ada 10 rumah warga rusak. Sembilan rumah di RT 03 RW 01, satunya di RT 02 RW 01, di Dukuh Sangkrah, Desa Logede, Sumber,” kata Lutfi saat dihubungi detikJateng, 26 Mei 2026 pagi.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan genting. Ada satu rumah dalam kondisi miring, satu kandang ternak roboh, dan satu dapur rumah warga hampir roboh,” imbuhnya. Kerusakan terparah menimpa rumah milik Mulyadi. Selain gentingnya rusak diterjang angin, tembok rumah tersebut juga mengalami kondisi miring atau doyong. Kandang ternak miliknya juga roboh. Nuriman mengalami kerusakan pada bagian genting dan dapur rumah hampir roboh. Rumah warga lainnya rata-rata mengalami kerusakan pada atap dan genting.
BPBD mencatat total estimasi kerugian material akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 62,5 juta. Hujan deras dan angin kencang semalam juga menyebabkan listrik di wilayah tersebut padam selama tiga jam. Tidak hanya itu, dua pohon tumbang juga sempat mengganggu aktivitas warga. “Satu pohon jati tumbang melintang di jalan desa sehingga sempat mengganggu akses lalu lintas warga. Kemudian satu pohon nangka juga tumbang di depan rumah warga,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Petugas BPBD bersama unsur terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Lutfi menjelaskan, BPBD telah melakukan asesmen dan pendataan dampak bencana di lokasi terdampak. Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Logede, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kecamatan Sumber.
Petugas bersama warga juga melakukan evakuasi dan pembersihan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan dan lingkungan warga. Saat ini kondisi di lokasi kejadian mulai berangsur normal. Pohon tumbang telah dievakuasi sehingga akses jalan desa kembali dapat dilalui. Aliran listrik yang sebelumnya padam juga telah kembali menyala. Warga bersama aparat desa dan relawan kini masih melakukan pembersihan lingkungan serta perbaikan darurat pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan.
Diperlukan asesmen lanjutan untuk menentukan tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan bagi warga terdampak. Siang nanti kami akan ke lokasi untuk distribusi bantuan logistik bagi korban bencana,” pungkas Lutfi.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi cuaca ekstrem, serta perlunya penilaian lanjutan untuk memprioritaskan bantuan yang tepat bagi masyarakat terdampak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Berita Terbaru
Surabaya Target 250 Medali Emas Porprov Jatim 2027
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
KAI Butuh Rp1,2 Triliun & 8.000 Petugas Perlintasan Sebidang
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
