Hujan Rusak Plafon UGD Slahung, Layanan Ditutup Sementara
Gambar atau konten salah?
Hujan deras di Kecamatan Slahung, Ponorogo, menimbulkan kerusakan pada plafon ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Slahung. Akibat curah hujan tinggi, air merembes melalui atap ruang UGD dan menyebabkan plafon jebol di malam hari.
Menurut Kepala Puskesmas Slahung, Sutanti Candra Dewi, “Kejadiannya tadi malam karena curah hujan sangat tinggi. Kebetulan di ruang UGD untuk pelayanan gawat darurat ada rembesan air dari atas. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda, jadi begitu air merembes, plafonnya ambrol.”
Sutanti menambahkan bahwa tim puskesmas sudah memulai penanganan. Ia berkata, “Untuk perbaikan segera kami laksanakan. Hari ini proses pembersihan dan perbaikan plafon.”
Kerusakan ini membuat layanan UGD dan rawat inap ditutup sementara. Namun, rawat jalan tetap beroperasi normal. Sutanti menjelaskan, “Sementara pelayanan gawat darurat dan rawat inap kita tutup. Untuk pelayanan rawat jalan tetap seperti biasa. Untuk kasus gawat darurat yang bisa kita laksanakan, kita alihkan ke ruangan lain.”
Camata Slahung, Nur Huda Rifai, menegaskan bahwa hujan deras juga memicu kejadian lain di wilayah tersebut. Ia menyebut, “Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik, salah satunya di UGD Puskesmas Slahung. Informasi awal ada sembilan titik, sebagian besar di jalur Ponorogo-Pacitan. Yang paling besar ada di perbatasan Ponorogo-Pacitan, dan saat ini masih kita petakan.”
Nur Huda menambahkan bahwa laporan telah disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk penanganan lebih lanjut. Ia juga memperkirakan waktu perbaikan UGD akan memakan dua hingga tiga hari. “UGD ini akan segera ada perbaikan, kurang lebih dua sampai tiga hari selesai sehingga pelayanan bisa dilanjutkan kembali. Tapi ini tidak akan mengganggu pelayanan yang lain, tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.
Selama proses perbaikan, layanan kegawatdaruratan dialihkan ke fasilitas kesehatan terdekat. Nur Huda menutup, “Hanya UGD ini sementara untuk perbaikan dua sampai tiga hari, maka pelayanan akan dialihkan ke faskes lain seperti di Klinik Pak Burhanuddin atau di Puskesmas Ngrayun.”
Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan di daerah rawan banjir. Perbaikan cepat dan alokasi sumber daya yang tepat dapat meminimalisir dampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Berita Terbaru
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
Argentina Skuad Piala 2026: Messi Sang Unggul, Generasi Baru
Ika Sartika 50, Ditolak Lowongan Rumah Tangga di Ciamis
Ariston Perkenalkan Lini Pemanas Air Baru di Indonesia
Bandung Siapkan Mesin Insinerator 5 Ton/Jam untuk TPS Ciwastra
