Idul Adha 2026: Tanggal 27 Mei, Libur Nasional 5 Hari
Gambar atau konten salah?
Idul Adha 2026 akan segera tiba, menandai akhir tahun Hijriah 1447. Hari raya ini identik dengan ibadah kurban, di mana umat Islam menyembelih hewan seperti kambing, domba, sapi, kerbau, atau unta.
Nama Idul Adha berasal dari kata “id” dan “adha”. “Id” berakar dari “aada-ya'uudu” yang berarti kembali atau menengok, sedangkan “adha” berarti kurban. Karena hari raya ini selalu datang kembali setiap tahun, ia disebut “id” karena kebiasaan menelusuri atau menengok hilal.
Al-Qur’an menegaskan kewajiban kurban dalam surat Al‑Hajj ayat 34: “ا مَنسَكاً لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ”. Artinya: “Dan bagi tiap‑tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada‑Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang‑orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”
Menyiapkan kurban memerlukan persiapan panjang. Umat harus mempelajari syariat penyembelihan, memilih hewan, dan menyiapkan tempat penyembelihan. Karena itu, mengetahui tanggal Idul Adha jauh sebelum perayaan sangat penting.
Di Indonesia, penetapan tanggal Idul Adha 2026 masih menunggu hasil sidang isbat. Pemerintah menunggu pengamatan hilal sebagai penanda awal bulan Zulhijah. Setelah sidang, keputusan final akan diumumkan. Sementara itu, perkiraan tanggal dapat dilihat melalui Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI dan SKB 3 Menteri tentang libur nasional.
Menurut kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila ketinggiannya minimal 3 derajat dan sudut elongasi mencapai 6,4 derajat. Dengan kriteria ini, 1 Zulhijah 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Namun, tanggal ini bersifat sementara sampai sidang isbat selesai.
Berikut prediksi Idul Adha 2026 menurut tiga lembaga utama:
- Pemerintah: Rabu, 27 Mei 2026 (saat ini masih perkiraan)
- NU (Nahdlatul Ulama): Rabu, 27 Mei 2026 (prediksi)
- Muhammadiyah: Rabu, 27 Mei 2026 (sudah ditetapkan)
Metode perhitungan masing‑masing berbeda. Pemerintah menggunakan metode rukyat hilal yang memerlukan pengamatan langsung. NU menerapkan kombinasi hisab dan pengamatan hilal, sedangkan Muhammadiyah menggunakan hisab wujudul hilal, yang memeriksa hilal saat matahari terbenam. Meskipun metode berbeda, ketiganya bersetuju pada tanggal 10 Zulhijah 1447 H, yaitu Rabu, 27 Mei 2026.
Prediksi ini juga tercermin dalam Almanak 2026 NU yang dirilis oleh Lemabaga Falakiyah PCNU Bojonegoro dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah. Kedua publikasi menegaskan bahwa Idul Adha jatuh pada 27 Mei 2026.
Walaupun tanggal resmi belum diumumkan, Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri telah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama. Berikut rincian jadwal libur panjang Idul Adha 2026:
- Rabu, 27 Mei 2026: Libur nasional Idul Adha 1447 Hijriah
- Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah
- Jumat, 29 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah
- Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 31 Mei 2026: Tanggal merah akhir pekan
Dengan jadwal tersebut, masyarakat dapat menikmati libur Idul Adha selama lima hari, termasuk akhir pekan. Jadwal ini berlaku sampai sidang isbat selesai dan tanggal resmi diumumkan.
Secara keseluruhan, Idul Adha 2026 diperkirakan akan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 menurut semua lembaga utama. Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah menggunakan metode berbeda namun menghasilkan tanggal yang sama. Sementara itu, libur nasional dan cuti bersama sudah ditetapkan, memberi waktu bagi umat untuk bersiap menyambut hari raya dan melaksanakan ibadah kurban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait