IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pagi ini dengan posisi di bawah angka 6.000. Berdasarkan data dari RTI pada Kamis, 15 Oktober 2026, saat pembukaan bursa, IHSG langsung berada di zona merah pada level 5.917,13.
Setelah pembukaan, indeks terus merosot lebih dalam hingga menyentuh titik terendahnya di level 5.881,03. Hingga pukul 09.14 WIB, IHSG berada di posisi 5.887,81, yang berarti turun sekitar 55,21 poin atau setara dengan 0,93%.
Kondisi pasar pagi ini didominasi oleh pelemahan. Sebanyak 453 saham tercatat memerah, sementara hanya 129 saham yang berhasil menguat. Adapun 155 saham lainnya tidak bergerak atau stagnan.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume yang diperdagangkan mencapai 5.011 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1.495 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 207.731 kali.
Jika melihat rentang waktu yang lebih panjang, kinerja IHSG juga kurang menggembirakan. Dalam sebulan terakhir, indeks melemah 8,89%. Sementara itu, sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, pelemahan IHSG sudah mencapai 31,91%.
Pelemahan yang cukup dalam ini menunjukkan tekanan yang masih membayangi pasar modal. Angka penurunan sepanjang tahun yang hampir mencapai sepertiga nilainya menjadi catatan tersendiri bagi para pelaku pasar yang memantau pergerakan indeks.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Pertamina Operasikan 66 SPBU 24 Jam Atasi Antrean BBM di Bali
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
