IHSG Naik 5,03% Berkat Damai US‑Iran dan Penurunan Minyak
Gambar atau konten salah?
Senin, 15 Juni 2026, indeks harga saham gabungan (IHSG) Jakarta menunjukkan kenaikan signifikan di tengah perdagangan paruh pertama. Pergerakan ini sejalan dengan tren positif di bursa saham global.
Senior Market Analyst di Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa kekuatan IHSG didorong oleh sentimen pasar internasional. Ia menekankan bahwa peristiwa utama yang memicu optimisme adalah kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang diyakini dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Menurut data RTI Business, IHSG naik 5,03 % menjadi 6 309,72 pada penutupan sesi I perdagangan hari ini. Tidak hanya di Indonesia, bursa saham di kawasan Asia juga mencatat kenaikan: Nikkei 225 (N225) naik 4,96 % ke 69 295,39, Hang Seng Index (HSI) naik 0,58 % ke 24 857,22, Shanghai Composite Index (SSEC) naik 0,94 % ke 4 069,21, dan Straits Time Index (STI) naik 1,07 % ke 5 079,37.
"Penguatan IHSG memang sejatinya dipengaruhi oleh faktor global, sebenarnya lebih dominan global ya, karena kita lihat di regional pun juga terapresiasi dengan baik," ungkap Nafan kepada detikcom, Senin (15/6/2026).
Perjanjian damai tersebut diharapkan membuka kembali jalur Selat Hormuz, sehingga harga minyak dunia turun lebih dari 4 %. Menurut Nafan, penurunan harga minyak ini mengurangi kekhawatiran investor tentang inflasi global yang dipicu oleh harga energi.
Di tingkat domestik, pasar menyambut baik pembatalan skema kontrak bagi hasil (gross split) dan relaksasi RKAB di sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba). Selain itu, para pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diadakan pekan ini.
"IHSG sendiri memang sudah oversold disaat menyentuh 5 400 an dan saat ini sedang dalam fase rebound," ungkap Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana.
Wawan menekankan bahwa meskipun IHSG telah melewati fase pembalikan, masih ada risiko aksi ambil keuntungan (profit‑taking) jika terjadi sentimen negatif. Ia menyebut kemungkinan eskalasi kembali antara AS dan Iran atau keputusan FOMC pekan ini sebagai katalis potensial yang dapat memicu penurunan.
"Tentu saja dengan kenaikan yang signifikan dalam 1 minggu, sangat mungkin akan terjadi profit taking bila katalis negatif datang," pungkasnya.
Secara keseluruhan, IHSG telah mengalami kenaikan 18,11 % selama lima hari perdagangan terakhir. Meskipun pasar menunjukkan semangat positif, para analis tetap mengingatkan bahwa volatilitas global dan faktor geopolitik dapat memengaruhi arah indeks dalam jangka pendek.
Pergerakan IHSG yang kuat hari ini mencerminkan kombinasi sentimen global yang positif, penurunan harga minyak, dan kebijakan domestik yang mendukung pasar. Namun, investor tetap diharapkan berhati-hati terhadap potensi perubahan situasi geopolitik dan keputusan kebijakan moneter yang dapat memengaruhi sentimen pasar ke depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
ULN Indonesia 01 April 2026: Pertumbuhan 1,9% Publik Lebih Besar
IHSG Naik 5,03% ke 6.309,73, LQ45 5,50%; BUMN Naik di LQ45
IHSG Naik 3,5% Karena Himbara, Bank Mandiri 5% Tumbuh
Pasar Saham Asia Pagi Naik Setelah Kesepakatan AS Iran
IHSG Terbuka di Zona Hijau, Naik 3,47% pada 15 Juni 2026
Rupiah Terus Menekan Dolar AS, Nilai Rp 17.700-an perdagangan
Berita Terbaru
IHSG Naik 5,03% Berkat Damai US‑Iran dan Penurunan Minyak
ULN Indonesia 01 April 2026: Pertumbuhan 1,9% Publik Lebih Besar
DJKN Miliki 12,891 Triliun Aset, PNBP Naik 5,49 Triliun
Bali Terungkap Rute Utama Perdagangan Burung Liar Indonesia
Masa Baru 1448 H: Doa dan Puasa Muharram Diangkat 2026
Orang Tua Lapor PCMB SPMB Jabar: Error & Layanan Lambat
