Inayah Wahid Nikah Lora Mamak, Pesantren Jadi Pusat Sorotan

Nita W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Inayah Wahid Nikah Lora Mamak, Pesantren Jadi Pusat Sorotan

Gambar atau konten salah?

Inayah Wahid, putri almarhum Presiden ke‑4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menikah dengan Mohammad Shalahuddin yang lebih dikenal sebagai Lora Mamak, pengasuh muda di pesantren Sumenep. Pernikahan ini menjadi sorotan publik karena latar belakang kedua mempelai yang erat kaitannya dengan dunia pesantren.

Menurut KH. Mohammad Hosnan Nafie, bagian keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah sekaligus Rektor Universitas Annuqayah Guluk‑Guluk, “Ning Inayah Wahid binti KH. Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH. Abd. Warits Ilyas,” ujar KH. Hosnan, Selasa (07 Mei 2026). Ia menambahkan, “Ia menjelaskan, pernikahan keduanya sebenarnya telah berlangsung sejak awal 2025.

Akad nikah dilakukan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, yang bersamaan dengan 22 Januari 2025, di Ciganjur. Wali nikahnya adalah Umar Wahid. Akad tersebut diadakan secara sederhana dan tertutup, namun kehadiran kedua mempelai terlihat jelas pada prosesi resepsi yang digelar di lingkungan pesantren.

Resepsi pernikahan berlangsung di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, pada Minggu (05 April 2026). Acara ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dua keluarga besar. “Menyambut kunjungan keluarga besar almarhum KH. Abdurrahman Wahid di PP Annuqayah Guluk‑Guluk, sekaligus silaturahmi dua keluarga besar pasangan suami istri,” ungkap KH. Hosnan. Kunjungan tersebut berlangsung usai momentum Lebaran 2026 dan mempertemukan keluarga besar kedua mempelai dalam suasana hangat.

Pernikahan ini pun mendapat sambutan luas, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU), mengingat kedua mempelai berasal dari latar belakang keluarga pesantren yang kuat.

Profil dan latar belakang Lora Mamak menjadi perhatian publik. Ia dikenal sebagai salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya di wilayah Lubangsa, Guluk‑Guluk, Sumenep. Menurut laman resmi NU, Lora Mamak lahir pada 16 April 1982. Ia merupakan putra dari almarhum KH. A. Warits Ilyas, seorang ulama yang juga dikenal sebagai tokoh politik dengan reputasi bersih.

Sebagai bagian dari keluarga besar pesantren, Lora Mamak melanjutkan peran ayahnya dalam mengelola pendidikan. Dalam kesehariannya, ia menekankan nilai moral, spiritual, serta kemandirian dalam sistem pendidikan pesantren. Perjalanan pendidikannya pun cukup panjang. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Jombang di MAK Tebuireng.

Tak berhenti di dalam negeri, Lora Mamak juga menempuh pendidikan di luar negeri, yakni di Universitas Al‑Azhar, Kairo, Mesir. Sekembalinya ke Indonesia, ia melanjutkan studi di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Indonesia, hingga Universitas Gadjah Mada. Dengan latar belakang tersebut, pernikahan antara Inayah Wahid dan Lora Mamak dinilai bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga mempererat jejaring keilmuan serta silaturahmi dua keluarga besar di lingkungan pesantren.

Peristiwa ini menegaskan kembali peran penting keluarga pesantren dalam membentuk generasi baru. Keluarga besar pesantren dan NU menyambut pernikahan ini sebagai langkah positif, memperlihatkan bahwa nilai tradisi dan pendidikan tetap relevan di era modern. Dengan latar belakang pendidikan yang luas dan nilai moral yang kuat, pasangan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi generasi muda dalam menjaga identitas dan integritas pesantren di Indonesia.

Inayah WahidLora MamakPesantren AnnuqayahAbdurrahman WahidNUPernikahan pesantrenKeluarga besar pesantren

Komentar

Memuat komentar...