Inayah Wahid Nikahi Lora Mamak, Pengasuh Pondok Pesantren
Gambar atau konten salah?
Inayah Wahid, putri almarhum Presiden ke‑4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menikah dengan Mohammad Shalahuddin atau Lora Mamak, pengasuh muda di Pondok Pesantren Annuqayah. Kabar ini menarik perhatian publik karena latar belakang keluarga dan pendidikan Lora Mamak.
Perkawinan ini dikonfirmasi oleh Mohammad Hosnan Nafie, bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Annuqayah sekaligus Rektor Universitas Annuqayah Guluk‑Guluk. Ia berkata, “Ning Inayah Wahid binti KH. Abdurrahman Wahid menikah dengan Muhammad Shalahuddin atau Lora Mamak bin KH. Abd. Warits Ilyas.”
Menurut Hosnan, pernikahan kedua pasangan sudah berlangsung sejak awal 2025. Ia menambahkan, “Keduanya telah diakadkan pada Rabu, 22 Rajab 1446 Hijriah, bertepatan dengan 22 Januari 2025 di Ciganjur dengan wali nikah Umar Wahid.”
Meski akad nikah diadakan secara sederhana dan tertutup di Ciganjur, momen kebersamaan mereka kembali terlihat dalam prosesi resepsi di lingkungan pesantren. Prosesi pernikahan digelar di Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep, Madura, pada 05 April 2026.
Acara tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi dua keluarga besar, termasuk saat kunjungan keluarga Gus Dur ke Ponpes Annuqayah usai Lebaran 2026. Hosnan menyatakan, “Menyambut kunjungan keluarga besar almarhum KH. Abdurrahman Wahid di PP Annuqayah Guluk‑Guluk, sekaligus silaturahmi dua keluarga besar pasangan suami istri.”
Profil Lora Mamak
Lora Mamak atau Mohammad Shalahuddin merupakan salah satu pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya di wilayah Lubangsa, Guluk‑Guluk, Sumenep. Ia lahir pada 16 April 1982 dan merupakan putra almarhum KH. A. Warits Ilyas, seorang ulama dan tokoh politik dengan reputasi bersih.
Sejak kecil, Lora Mamak menempuh pendidikan di lingkungan pesantren, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah itu, ia melanjutkan studi ke MAK Tebuireng di Jombang, lalu menempuh pendidikan di luar negeri di Universitas Al‑Azhar, Kairo, Mesir.
Setelah kembali ke Indonesia, ia melanjutkan pendidikan di beberapa kampus ternama, yakni UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada. Dalam kesehariannya, Lora Mamak dikenal menekankan nilai moral, spiritual, dan kemandirian dalam sistem pendidikan pesantren.
Perkawinan ini mendapat sambutan hangat, terutama dari kalangan pesantren dan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Hubungan dua keluarga besar ini dinilai semakin mempererat jejaring keilmuan dan silaturahmi di lingkungan pesantren.
Peristiwa ini menegaskan kembali peran penting keluarga besar pesantren dalam memperkuat tali persaudaraan dan nilai-nilai keagamaan di Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan yang luas dan pengalaman mengajar, Lora Mamak diharapkan dapat membawa dampak positif bagi generasi muda pesantren.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun