Indonesia Raih Final IFA7 2026, Papua Jadi Pilar Utama

Arif S. · 2 min baca · 3 hari lalu · 45 dibaca
Bisik.id
Indonesia Raih Final IFA7 2026, Papua Jadi Pilar Utama

Gambar atau konten salah?

Indonesia berhasil menembus final IFA7 World Championship 2026, menandai pencapaian penting bagi sepakbola 7vs7 nasional. Skuad Merah-Putih mengandalkan talenta pemain asal Papua, yang menjadi sorotan utama dalam perjalanan turnamen.

Kejuaraan ini berlangsung di Stadion Estadio De La Villa Olimpica di Tegucigalpa, Honduras, di kawasan Amerika Tengah. Piala ini menampilkan format 7vs7, menonjolkan kecepatan dan ketepatan teknis pemain.

Di semifinal, Indonesia menghadapi Brasil pada Minggu, 31 Mei 2026, pagi WIB. Pertandingan berlangsung sengit, berakhir imbang 3-3 setelah waktu normal. Kemenangan datang melalui adu penalti, dengan skor akhir 2-1.

Dengan hasil tersebut, FA7 Indonesia memperoleh tiket ke final dan akan bertemu Honduras, tuan rumah, di babak puncak. Semua gol Indonesia di waktu normal dicetak oleh pemain asal Papua: Desman Wakerkwa dan Tiriec Adriano Manuri.

Ini luar biasa, anak-anak Papua bisa terlibat membawa nama Indonesia. Mereka adalah mutiara-mutiara yang luar biasa,” kata Willem Wandik, calon Ketua Federasi Provinsi FA7 Papua, dalam keterangan persnya.

Selama ini kita jarang melihat talenta Papua di kancah dunia sesering ini, namun lewat turnamen ini mereka membuktikan kualitasnya dan berhasil menembus final. Kami sangat bangga,” sambungnya.

Keberhasilan tim juga tidak terlepas dari manajemen dan kepemimpinan Raden Bambang Pramukantoro, Presiden FA7 Indonesia. Willem menilai, “Memang beliau ini adalah tangan yang penuh dengan talenta, penuh berkah, dan karisma untuk membawa sepakbola Indonesia ke kancah dunia. Sekali jalan, langsung menembus mata dunia. Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, industri sepakbola 7v7 ini akan semakin besar, didukung oleh para kepala daerah di Papua serta investasi-investasi besar seperti Freeport.”

Minta doa masyarakat Indonesia agar tim bisa menuntaskan tugasnya dan mengibarkan Merah Putih serta mengumandangkan Indonesia Raya di Dunia,” tutup Willem Wandik.

Performa ini menegaskan bahwa pemain Papua kini menjadi andalan bagi tim nasional 7vs7. Keberhasilan ini juga menandai peluang bagi pengembangan sepakbola 7vs7 di Indonesia, dengan dukungan kepemimpinan dan investasi regional yang kuat.

Indonesia 7vs7IFA7 World Championship 2026PapuaHondurasFA7 IndonesiaWillem WandikRaden Bambang PramukantoroFreeport

Komentar

Memuat komentar...