Innerchild Bandung: Studio Gen Z Bertahan di Tengah Covid
Gambar atau konten salah?
Di kota Bandung, kreativitas seringkali membuka pintu peluang yang tak terduga. Bukan lagi hanya melamar kerja di perusahaan swasta atau nasional, banyak Generasi Z memilih dunia industri kreatif. Mereka membawa referensi visual yang unik dan modern, memproduksi komik, buku bergambar, novel, hingga poster. Buku bergambar dan komik menjadi alat edukasi anak yang efektif, namun tantangannya tetap sama: menciptakan visual baru yang interaktif.
Di tengah arus ide segar ini, muncul sebuah studio bernama Innerchild. Studio ini berfokus pada ilustrasi, mulai dari sampul buku anak, komik, novel, hingga buku gambar. Dwi Prihartono, pendiri Innerchild, memulai bisnis ini dengan ambisi tinggi dan melibatkan Gen Z di setiap proses kreatifnya.
Dwi memulai kariernya pada tahun 2000. Ia pernah mengganti profesi beberapa kali dan pernah bekerja di penerbit besar. Pada 2009, sambil menyelesaikan kuliahnya, Dwi mendirikan studio animasinya sendiri, Innerchild. Bersama istrinya, ia membangun studio ini dengan dedikasi penuh.
“Saya mula bekerja itu antara tahun 2000 atau 2001. Alhamdulillah belum sempat nganggur, tapi saya langsung kerja, tapi saya dalam perjalanan kuliah. Sampai selesai itu. Saya merintis kan. Merintis itu kerja apalah yang bisa kita kerjakan Sebagai illustrator gitu ya waktu itu alhamdulillah saya jalani itu tawaran itu. Mulai berkembang kan, saya bikin nama internet, nah logo ini tercipta,” ujar Dwi.
Seiring berjalannya waktu, Innerchild tumbuh menjadi studio yang aktif. Sebelum pandemi, studio ini biasanya menerima sekitar 40 proyek per bulan. Namun, ketika COVID‑19 melanda, jumlah proyek turun drastis. Dwi menjelaskan, “Zaman 2009 sampai sebelum Covid lah. Normal 40 project kan setiap bulan, nah pas Covid kita drop, kurang‑lebih karena memang klien‑klien merangkak juga, ya. Waktu itu antara 15 sampai 20 kurangnya hampir Setengahnya kurang lebih. Saya bisa bertahan. Di sisi pribadi saya tidak pernah membedakan klien kan. Tidak pernah membedakan klien dari situlah, tapi justru itu menyelamatkan kita di saat Covid kemarin. Mereka yang penjualannya lebih bagus justru,”
Meski mengalami penurunan, Innerchild tidak menyerah. Dwi menekankan pentingnya tidak meremehkan setiap peluang. “Kita ditawarin Kebudayaan. Dan semua kita ditawarin kerjaannya, BIMTEK‑nya, meeting, dan sebagainya. Alhamdulillah sejauh ini udah bekerja sama dengan kementerian nasional juga. Kita terlibat dalam pekerjaan proyek dari Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) terutama waktu itu tahun 2015, Kantor Direktorat Masyarakat Adat ya bersama yang untuk daerah itu kita mengerjakan dari kantor Kantor Balai Bahasa,”
Studio ini berbasis di Jalan Sragen, Antapani Kidul, Kota Bandung. Innerchild telah bekerja sama dengan banyak lembaga negara, termasuk Kantor Balai Bahasa. Dwi menekankan bahwa ia selalu menyambut antusias setiap tawaran dan berkomunikasi dengan cepat, sehingga peluang lebih luas terbuka. “Karena memang saya pengen klien tuh melihat Innerchild itu muda‑muda ya, lebih agresif dari segi konsep dan ide, serta akselerasinya bagus gitu. Jadi lebih meng‑eksplore stream. Jadi yang jelas saya pribadi belajar dari mereka pun dengan zaman mereka, kan kita harus adaptasi gitu ya. Jadi akhirnya mah saya harus belajar dari mereka kadang‑kadang saya ngobrol sama mereka,”
Keunikan Innerchild terletak pada stafnya yang didominasi anak muda. Banyak di antaranya adalah pemagang dari kampus atau siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL). Namun, beberapa sudah di kontrak secara profesional. Dwi menjelaskan, “Gimana caranya maintenance klien itu. Caranya ya update lah. Seperti ini kang. Dari masing-masing tim. Dari format In‑house Magang PKL dan sebagainya. Kalau yang PKL ternyata Itu mereka Ini kan studi ya. Sangat berbeda kang. Karena memang kita harus adaptasi Tidak mungkin Selamanya pakai gaya saya kan. Tapi saya harus men‑direct karena saya punya Klien yang Saya harus arahkan ke mereka.”
Sebagai studio animasi rumahan, Innerchild mempercayakan ide dan kreativitas kepada Gen Z. Dwi berjanji tidak akan berhenti merekrut anak muda dengan ide segar. Tujuannya adalah membesarkan nama Innerchild sebagai studio kreatif yang tepercaya dan diandalkan banyak pihak.
Dalam setiap proyek, Dwi menekankan pentingnya kolaborasi. Ia mengajak klien untuk berpartisipasi aktif, sehingga hasil akhir lebih sesuai dengan visi bersama. “Kita tidak pernah membedakan klien, tapi setiap orang punya kebutuhan yang berbeda. Kita harus menyesuaikan gaya dan konsep agar tetap relevan,” ujarnya.
Selama pandemi, Innerchild belajar fleksibilitas. Proyek yang masuk berkurang, namun studio tetap bertahan dengan memanfaatkan peluang yang ada. Dwi menyadari bahwa setiap tantangan membawa pelajaran baru. “Saya belajar dari Gen Z, mereka adaptif, kreatif, dan tidak takut mencoba hal baru. Itu yang membuat Innerchild tetap bergerak maju,” kata Dwi.
Di masa depan, Innerchild berencana memperluas jangkauan proyek, baik di sektor publik maupun swasta. Dwi berharap dapat terus bekerja sama dengan kementerian dan lembaga pemerintah, sekaligus membuka peluang bagi lebih banyak anak muda untuk mengembangkan bakat kreatif mereka.
Dengan kombinasi pengalaman Dwi, semangat Gen Z, dan kerja keras, Innerchild menunjukkan bahwa industri kreatif di Indonesia masih punya ruang untuk tumbuh. Studio ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi lintas generasi dapat menghasilkan karya yang relevan dan inovatif. Seiring waktu, Innerchild akan terus beradaptasi, belajar, dan berkontribusi pada dunia kreatif yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
PCMB Jawa Barat Gagal Publikasi Hasil, Tidak Lihat
SMAN 28 Bandung: 600 Minat, Belajar Sementara di SMAN 23
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil
Berita Terbaru
Unpas Gelombang Kedua Wisuda, 1.075 Lulusan dan Kerja Sama
Brasil Hadapi Maroko 14 Juni 05.00 WIB di MetLife Stadium
Brasil vs Maroko: Piala Dunia 2026 Pagi Pukul 05.00 WIB
Doa 1 Muharram 1448 H: Panduan Membaca Setelah Maghrib
PPG 2026: 40.902 Guru Lolos Seleksi Administrasi Di Surabaya
Australia Kalahkan Thailand, Raih Gelar Juara AFF U-19 2026
Kumpulan Doa Ketenangan Hati untuk Semua Usia Harian
Australia Juara AFF U-19 2026, Kalahkan Thailand 2-0
Tahun Baru Islam 1448 H: Harapan dan Doa Keluarga Bersama
