Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Transit Hormuz, Harga Minyak Turun

Wulan M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Transit Hormuz, Harga Minyak Turun

Gambar atau konten salah?

Iran memberi izin bagi kapal yang tidak bersifat musuh untuk melintasi Selat Hormuz, sebuah keputusan yang diambil di tengah krisis energi global yang dipicu oleh penurunan lalu lintas pelayaran di jalur tersebut.

Dalam pernyataan pada Selasa, misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kapal dapat menggunakan jalur aman di perairan itu. Syaratnya, pihak tersebut tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan mematuhi aturan.

Selanjutnya, Iran mengizinkan kapal melintas dengan koordinasi bersama otoritas yang berwenang. Sebelumnya, negara tersebut sudah mengirimkan pernyataan serupa kepada International Maritime Organization, badan PBB yang bertanggung jawab atas keselamatan pelayaran internasional.

Selat Hormuz, yang menampung sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, belum merinci aturan apa saja yang harus dipatuhi kapal agar bisa melintas dengan aman. Iran tidak mengungkapkan detail lebih lanjut.

Keputusan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Di sisi lain, Teheran menolak adanya pembicaraan tersebut.

Walaupun masih ada sejumlah kecil kapal yang melintas setiap hari, volume lalu lintas di Selat Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik dimulai pada 28 Februari. Menurut perusahaan intelijen maritim Windward, hanya lima kapal yang melintas pada Senin. Sebelum konflik, rata-rata ada sekitar 120 kapal per hari.

Pada awal konflik, Iran memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas akan menghadapi serangan. Penurunan drastis aktivitas pelayaran mendorong lonjakan harga energi global. Sejumlah analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga US$ 150 bahkan US$ 200 per barel jika jalur itu tetap tertutup secara efektif.

Setelah sempat bertahan di atas US$ 100 per barel sepanjang Maret, harga minyak Brent turun lebih dari 9% pada Rabu, setelah laporan menyebut pemerintahan Trump mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.

Keputusan Iran untuk membuka jalur aman menandai langkah hati-hati di tengah ketidakpastian. Meskipun lalu lintas masih rendah dan harga energi tetap volatil, penyediaan jalur bagi kapal non-musuh menunjukkan upaya negara tersebut untuk menjaga stabilitas maritim sekaligus menanggapi tekanan global.

Selat HormuzIranpelayaranenergi globalminyak BrentTrumpkonflikmaritim

Komentar

Memuat komentar...