Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, dan 11 Muharram

Jaka M. · 3 min baca · 1 jam lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, dan 11 Muharram

Gambar atau konten salah?

Puasa pada bulan Muharram menjadi salah satu amalan sunnah yang sering dipertanyakan oleh umat Islam. Banyak yang bertanya berapa hari puasa yang dianjurkan dan kapan waktunya. Jawabannya dapat dilihat dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Hadits yang sering dikutip berbunyi: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. Dalam terjemahan, Nabi SAW menyatakan: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim nomor 1163, dari Abu Hurairah).

Hadits tersebut menegaskan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan khusus. Namun, tidak semua hari di bulan tersebut dianggap sunnah. Ada dua hari yang secara khusus dianjurkan: Puasa Tasu'a pada tanggal 9 dan Puasa Asyura pada tanggal 10.

Keistimewaan puasa Asyura dijelaskan dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Qotadah Al Anshoriy: وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْماضِيَةَ. Dalam terjemahan, Nabi SAW menjawab bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu (HR Muslim nomor 1162).

Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan tidak hanya berpuasa pada Hari Asyura saja, melainkan juga pada hari sebelumnya, yaitu Hari Tasu'a. Hal ini dilakukan agar umat Islam dapat membedakan diri dari kaum Yahudi yang juga mengagungkan Hari Asyura. Ibnu Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan puasa Asyura, ada orang yang berkata: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى, “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Nabi SAW kemudian menjawab: فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ, “Apabila tiba tahun depan, insya Allah (jika Allah menghendaki), kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas menambahkan: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-, “Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia.” (HR Muslim nomor 1134).

Berbagai ulama seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan Ishaq berpendapat bahwa dianjurkan berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10 sekaligus. Mereka menekankan bahwa Nabi SAW telah berpuasa pada hari kesepuluh dan berkeinginan menambah puasa pada hari kesembilan. Selain itu, ada pendapat yang menyebutkan puasa 1 dan 11 Muharram juga dianjurkan.

Hadits tentang puasa 1 Muharram berbunyi: Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama lima puluh tahun melakukannya." (HR Ibnu Abbas). Sedangkan hadits tentang puasa 11 Muharram diambil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan ulama lain yang berpendapat: Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya. (HR Ahmad).

Dengan demikian, ada empat puasa sunnah yang dapat dilakukan khusus pada bulan Muharram:

1. Puasa 1 Muharram – hari pertama bulan Muharram.

2. Puasa Tasua (9 Muharram) – hari kesembilan.

3. Puasa Asyura (10 Muharram) – hari kesepuluh.

4. Puasa 11 Muharram – hari kesebelas.

Berikut perkiraan jadwal puasa yang dianjurkan pada bulan Muharram 2026, berdasarkan kalender Hijriah yang disusun oleh Kementerian Agama RI:

Puasa 1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026

Puasa Tasua (9 Muharram 1448 H): Rabu, 24 Juni 2026

Puasa Asyura (10 Muharram 1448 H): Kamis, 25 Juni 2026

Puasa 11 Muharram: Jumat, 26 Juni 2026

Setiap puasa memiliki bacaan niat yang dianjurkan. Berikut niatnya:

Niat Puasa 1 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةَ لِلَّهِ
Arab Latin: Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnata-lillaahi ta'aala.
Artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa Tasua (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah Ta'ala.”

Niat Puasa 11 Muharram
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلَّهِ
Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala.”

Dengan mengikuti jadwal dan niat di atas, umat Islam dapat melaksanakan puasa Muharram sesuai tuntunan. Puasa ini tidak hanya menambah ibadah, tetapi juga mengingatkan kita akan keutamaan bulan Muharram dalam Islam. Puasa 9 dan 10, serta 1 dan 11, memiliki keutamaan tersendiri yang dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Menjalankan puasa ini secara konsisten dapat menjadi sarana untuk menambah pahala dan memperbaiki diri.

Puasa MuharramHari AsyuraHari Tasu'aHadits Imam MuslimKalender HijriahKementerian Agama RIPuasa 11 Muharram

Komentar

Memuat komentar...