Jamaluddin Pemenang Pejuang Internet Asmat 2026 Penerima
Gambar atau konten salah?
17 April 2026 malam, Hotel Sultan menjadi panggung bagi acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Acara ini difokuskan pada individu, komunitas, dan lembaga yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerah masing-masing.
Di tengah suasana malam, Jamaluddin, Kepala Daerah Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Asmat, dinobatkan sebagai pemenang kategori Individu Pejuang Internet Masuk Desa. Penghargaan ini menandai perjalanan panjang beliau dalam membawa internet ke pelosok Asmat.
Jamaluddin memulai tugasnya di Asmat pada 2004. Pada 2005, satu menara yang dibangun oleh Telkomsel menyediakan sinyal 2G. Sebelum itu, distrik dan kampung di wilayah tersebut tidak memiliki sinyal sama sekali. Menurut beliau, kondisi itu masih banyak blank spot.
Kerjasama dengan BAKTI Kominfo dimulai pada 2017. Sejak saat itu, tujuh situs BTS BAKTI Kominfo dibangun di Asmat. Hingga kini, jumlah BTS mencapai 185, menjadikan Asmat sebagai daerah dengan jumlah BTS terbanyak kedua setelah Jayawijaya.
Meski sudah banyak BTS, tantangan tetap ada. Infrastruktur dan medan geografis yang sulit mempersulit pembangunan konektivitas. Kecepatan internet rata‑rata hanya sekitar 3 mbps. Contoh: ketika 10 orang menggunakan fasilitas BAKTI AKSI, jaringan menjadi lambat. Akibatnya, masyarakat mulai mengandalkan Starlink untuk kebutuhan internet.
Perjuangan Jamaluddin tidak hanya terbatas pada pertemuan di kantor. Ia sering berkomunikasi langsung dengan BAKTI Kominfo di Jakarta untuk memohon dukungan internet dan BTS. Selain itu, ia aktif turun lapangan melakukan survei dan pembangunan BTS di kabupaten Asmat. Komitmen ini memudahkan pemasangan BTS di kampung dan distrik.
Di tahun 2024, 185 BTS telah terpasang di Asmat. Jamaluddin mengungkapkan harapannya agar kapasitas bandwidth dapat dinaikkan, sehingga lebih banyak pengguna dapat menikmati layanan internet. Ia berharap peningkatan ini akan memperluas akses bagi masyarakat.
Dampak kehadiran internet di Asmat sangat terasa. Sekolah kini dapat menggunakan Zoom untuk pendidikan jarak jauh, menghubungkan distrik dan kampung ke kabupaten. Puskesmas tidak perlu lagi membawa laporan ke kabupaten; cukup mengirim data atau dokumen melalui WhatsApp. Semua perubahan ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
Acara ini menyoroti betapa pentingnya peran pemimpin daerah dan kolaborasi dengan lembaga nasional dalam memperkuat konektivitas. Upaya Jamaluddin menunjukkan bahwa dukungan lokal, bersama dengan inisiatif nasional, dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat terpencil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jack Ma di Moskow: Tantang Mahasiswa Hadapi Ketakutan
Satria-1 Tambah 154 Titik Akses Sangihe-Sitaro, 50‑150 Mbps
Kaspersky: Phishing QR Teks ASCII Menambah Serangan 5x
Nanik Deyang Jadi Kepala BGN, Fokus Gizi Anak Nasional
Jack Ma Kenang Pencapaian Besar: Nikah dengan Zhang Ying
Pancingan Australia Dorong Konsumsi Ikan Mas Bagi Populasi
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
