Jangan Biarkan Makanan Terbuka di Suhu Ruang: Risiko Bakteri

Lina F. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Jangan Biarkan Makanan Terbuka di Suhu Ruang: Risiko Bakteri

Gambar atau konten salah?

Seringkali, makanan yang terlihat aman disimpan di suhu ruang ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan. Bakteri dapat berkembang biak pada suhu antara 20 hingga 25 °C, sehingga cara penyimpanan yang salah membuat makanan menjadi tempat ideal bagi mikroba.

Berikut lima contoh makanan yang sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang setelah dibuka atau diolah. Informasi ini diambil dari Eating Well (11 Maret 2023) dan didukung oleh para ahli gizi.

  1. Sirup Maple – Sirup ini sering dipakai sebagai pemanis, marinasi, atau saus salad. Meskipun belum dibuka dapat disimpan di ruang, setelah dibuka penyimpanannya harus diwaspadai. Jika dibiarkan di suhu ruang, sirup maple murni bisa berjamur, kata Jackie Newgent. Menyimpannya di kulkas dapat meminimalisir pertumbuhan jamur.

  2. Melon yang sudah dipotong – Melon segar aman disimpan di ruang bila masih utuh. Namun, setelah dipotong, bagian dalam menjadi rentan terhadap kontaminasi. Menurut Jackie Newgent, melon potong sebaiknya didinginkan maksimal 2 jam. Jika cuaca sangat panas, batas amannya hanya 1 jam saja. Menyimpan melon potong di kulkas segera membantu menjaga kesegarannya.

  3. Daging Olahan – Daging seperti salami, pepperoni, dan sandwich yang mengandung pengawet tetap tidak tahan suhu ruang. Setelah dibuka, sebaiknya langsung dimasukkan ke kulkas. Menurut Miller, daging sebaiknya dikeluarkan terakhir saat menyiapkan makanan. Pastikan juga sandwich tetap dingin saat dibawa bepergian. Menyimpan daging olahan di kulkas mengurangi risiko pertumbuhan bakteri patogen.

  4. Telur Rebus – Banyak yang menganggap telur rebus aman di ruang. Padahal, setelah direbus lapisan pelindung alami telur hilang dan cangkangnya menjadi lebih berpori. Telur rebus sebaiknya dimasukkan ke kulkas maksimal dua jam setelah dimasak. Pendinginan dengan air es tidak dihitung sebagai penyimpanan dingin, sehingga telur tetap perlu dikelola dengan benar.

  5. Selai – Selai, baik kacang maupun jelly, sering disimpan di dapur karena praktis. Namun, selai homemade atau rendah gula lebih rentan terhadap kontaminasi. Kontaminasi biasanya terjadi dari pisau yang dipakai berulang kali. Menyimpannya di kulkas membantu memperpanjang umur simpan dan mencegah jamur.

Praktik sederhana seperti menaruh makanan yang telah dibuka ke dalam kulkas dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Selain itu, menjaga kebersihan peralatan dapur, seperti pisau dan wadah, juga penting. Jika makanan tidak dapat segera didinginkan, sebaiknya simpan di tempat yang lebih sejuk, namun tetap di bawah 20 °C, untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Kesadaran akan cara penyimpanan yang benar menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan sehari‑harinya. Dengan mengikuti pedoman sederhana ini, konsumen dapat mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh bakteri, sekaligus memastikan makanan tetap segar dan aman dikonsumsi.

suhu ruangkontaminasi bakteripembekuansirup maplemelon potongdaging olahantelur rebusselai

Komentar

Memuat komentar...