Jangan Cuci Daging Kurban Sebelum Freezer, Pakar Peringatkan
Gambar atau konten salah?
Di Surabaya, kebiasaan mencuci daging kurban segera setelah sampai di rumah masih berlangsung di banyak rumah tangga. Namun, praktik ini tidak selalu disarankan. Beberapa pakar berpendapat bahwa mencuci daging sebelum dimasukkan ke freezer dapat mempercepat kontaminasi bakteri. Meski begitu, ada situasi tertentu di mana pencucian tetap diperbolehkan.
Daging kurban boleh dicuci bila akan langsung diolah dan dimasak. Namun, bila akan disimpan, para ahli menyarankan agar daging tidak dicuci terlebih dahulu. Lailatul Muniroh SKM MKes, ahli gizi Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa daging yang akan disimpan lebih baik langsung dimasukkan ke freezer dalam kondisi kering. “Jika daging akan digunakan, tinggal ambil sesuai kebutuhan lalu dicuci sebelum diolah,” ujar Lailatul.
Waktu pencucian menjadi faktor penting. Penanganan yang salah dapat membuat kualitas daging cepat menurun. Banyak orang beranggapan mencuci daging sebelum disimpan akan membuatnya lebih higienis. Padahal, kelembapan pada daging justru memicu pertumbuhan mikroorganisme. Lailatul Muniroh menegaskan bahwa daging yang dicuci lalu langsung dimasukkan ke freezer berisiko lebih mudah terkontaminasi bakteri. “Jika kita cuci daging lalu simpan di freezer, daging akan lembap dan menjadi media tumbuhnya mikroorganisme seperti bakteri,” jelasnya.
Karena itu, disarankan memotong daging sesuai kebutuhan terlebih dahulu, lalu menyimpannya menggunakan plastik atau wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke freezer. Cara ini juga membuat penyimpanan lebih praktis karena daging tinggal diambil sesuai porsi saat akan dimasak.
Meski tidak dianjurkan dicuci sebelum disimpan, daging kurban tetap boleh dicuci bila akan langsung dimasak. Pada proses distribusi, daging dapat terkena debu, darah, pasir, atau kotoran lain selama pemotongan dan pembagian. Mencuci daging sebelum dimasak tetap penting untuk membersihkan permukaan daging dari kotoran yang menempel. Namun setelah dicuci, daging sebaiknya segera diolah dan tidak disimpan kembali dalam kondisi basah terlalu lama.
Selain membuat daging lembap, mencuci daging juga dapat memicu penyebaran bakteri melalui cipratan air dan cairan daging. Tan Shot Yen, ahli gizi masyarakat, menjelaskan alasan daging tidak dianjurkan dicuci sebelum masuk freezer berkaitan dengan risiko kontaminasi silang. Menurut CDC dari Amerika Serikat, ketika mencuci daging, darah dan cairannya bisa nyiprat ke mana-mana. “Cipratan tersebut dapat mengenai wastafel, peralatan dapur, atau bahan makanan lain sehingga meningkatkan risiko penyebaran kuman,” kata Tan Shot Yen. Karena itu, jika daging tampak kotor, membersihkannya cukup dengan mengelap bagian yang terkena kotoran menggunakan tisu atau lap bersih sebelum disimpan.
Menjaga kualitas daging kurban memerlukan penyimpanan yang tepat. Menurut Lailatul Muniroh, daging yang disimpan di freezer dengan suhu di bawah minus 18 derajat Celsius dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan. Sementara jika hanya disimpan di chiller, daya tahannya sekitar satu hingga dua hari saja. “Kalau mau lebih lama awet bisa disimpan di freezer,” jelasnya. Untuk hasil yang lebih baik, daging disarankan dipotong sesuai porsi kebutuhan, disimpan dalam plastik atau wadah kedap udara, tidak dicuci sebelum masuk freezer. Atau bisa juga dipisahkan antara daging mentah dan jeroan. Cara penyimpanan ini membantu menjaga tekstur dan kualitas daging tetap baik saat nantinya diolah.
Apakah semua daging kurban harus langsung masuk freezer? Tidak selalu. Jika daging akan dimasak dalam waktu dekat, misalnya satu hingga dua hari, penyimpanan di chiller kulkas masih cukup aman. Namun, jika jumlah daging banyak dan tidak langsung habis, freezer menjadi pilihan terbaik agar daging lebih tahan lama. Untuk daging yang sudah matang atau sudah diolah menjadi masakan, daya simpannya di freezer bisa mencapai dua hingga tiga bulan.
Dengan memahami kapan dan bagaimana mencuci serta menyimpan daging kurban, pemiliknya dapat meminimalkan risiko kontaminasi dan menjaga kualitas daging. Praktik sederhana seperti tidak mencuci sebelum disimpan, memotong sesuai porsi, dan menggunakan wadah kedap udara dapat membuat daging tetap aman dan awet. Dengan cara ini, daging kurban dapat dipertahankan dalam kondisi terbaik hingga saat dimasak, menjaga kebersihan dan keamanan bagi semua yang mengonsumsinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
