JATIM HUB Resmi Dibuka, Karantina Terpadu di Jawa Timur

Cahyo S. · 3 min baca · 25 hari lalu · 62 dibaca
Bisik.id
JATIM HUB Resmi Dibuka, Karantina Terpadu di Jawa Timur

Gambar atau konten salah?

Inaugurasi Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur (JATIM HUB) berlangsung di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo, pada Sabtu, 09 Mei 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menandatangani prasasti pemanfaatan fasilitas tersebut. Setelah itu, Karding menekan tombol sirine, menandai dimulainya operasi resmi.

Fasilitas ini merupakan bagian penting dari JATIM HUB-Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway, sebuah ekosistem terpadu yang menggabungkan layanan karantina, logistik, dan perdagangan. Khofifah menegaskan bahwa keberadaan JATIM HUB adalah langkah strategis untuk memperkuat efisiensi perdagangan, logistik ekspor‑impor, serta pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di provinsi ini.

“Alhamdulillah dengan peresmian Instalasi Karantina Terpadu JATIM HUB ini mulai beroperasi, kami menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada Badan Karantina Indonesia karena ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ujar Khofifah. Ia menambahkan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional sekaligus lumbung pangan Indonesia, sehingga setiap produk yang keluar maupun masuk harus terjamin keamanan, kualitas, serta legalitasnya.

Khofifah menjelaskan bahwa peresmian fasilitas ini merupakan implementasi nyata visi Integrated Agro‑Logistics and Quarantine Gateway yang mengintegrasikan sistem logistik pangan dan prosedur karantina dalam satu sistem yang efisien, cepat, dan transparan. “Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri‑sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang modern dan efektif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan fungsi karantina selaras dengan strategi Gerbang Baru Nusantara, yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas, logistik, dan ekonomi penghubung Indonesia Barat dan Timur. “Hal ini semakin menegaskan posisi Jawa Timur sebagai center of gravity logistik dan perdagangan nasional sekaligus Gerbang Baru Nusantara,” tegasnya.

Infrastruktur provinsi terus berkembang. Jawa Timur memiliki tujuh bandara, 37 pelabuhan, dan 12 ruas jalan tol yang menopang mobilitas barang dan jasa. Selain itu, provinsi ini menampung dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 13 kawasan industri, dan satu kawasan industri halal. Pelabuhan Tanjung Perak, misalnya, melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional, sehingga hampir 80 persen pasokan logistik untuk wilayah Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur.

Khofifah juga menegaskan harapan bahwa kawasan JATIM HUB dapat menjadi pintu masuk produk-produk daerah menuju pasar global, termasuk produk koperasi, UKM, dan IKM. “Kita ingin produk‑produk daerah, termasuk produk Koperasi Merah Putih, UKM, dan IKM, tidak hanya beredar di pasar domestik, tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujarnya. Ia menambahkan, “Karena di sini juga ada pembinaannya bagaimana produk dari koperasi, UKM dan IKM yang sudah masuk skala ekspor bisa masuk standar ke negara tujuan.”

Ia juga menyebutkan tantangan terbesar yang selama ini dihadapi pelaku usaha: distribusi barang yang lambat dan tingginya biaya logistik. “Karena itu, Pemprov Jawa Timur mendukung integrasi layanan karantina dan logistik agar proses distribusi barang menjadi lebih cepat, efisien, dan memiliki kepastian layanan.” “Di tengah persaingan perdagangan global, kecepatan layanan menjadi bagian dari daya saing,” katanya.

Fasilitas karantina terpadu ini mengintegrasikan proses pemeriksaan, pengasingan, tindakan karantina, hingga pengujian laboratorium dalam satu kawasan. Sistem layanan diperkuat melalui joint inspection antara karantina dan Bea Cukai guna mempercepat proses dan memperlancar arus barang. Kawasan JATIM HUB juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti pergudangan, cold storage, tempat penimbunan sementara, kawasan distribusi, laboratorium hingga pasar terpadu.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Badan Karantina Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim menugaskan PT Jatim Grha Utama (JGU) sebagai BUMD daerah untuk mendukung pengembangan kawasan dan penguatan ekosistem logistik terintegrasi.

Terletak di Jemundo, Sidoarjo, kawasan JATIM HUB menempati lahan seluas 50 hektare di salah satu koridor utama perdagangan Jawa Timur. Operasional karantina terpadu ini dipastikan akan membawa banyak manfaat bagi provinsi, termasuk peningkatan pendapatan daerah.

Volume pergerakan komoditas di Jawa Timur terus meningkat, dengan rata-rata mencapai lebih dari 350 ribu frekuensi media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan setiap tahun. Dari angka tersebut, potensi lalu lintas kontainer ekspor dan impor yang masuk ke Instalasi Karantina diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun, terdiri dari 811.728 TEUs impor dan 99.632 TEUs ekspor. Khofifah berharap fasilitas ini dapat mendukung terciptanya ekosistem perdagangan yang lebih kompetitif melalui efisiensi biaya logistik dan penurunan dwelling time. “Efisiensi logistik akan meningkatkan daya saing produk Jawa Timur di pasar global,” tandasnya.

Dengan fasilitas ini, Jawa Timur berupaya memfasilitasi produk lokal, dari koperasi hingga industri kecil, agar dapat bersaing di panggung internasional. Integrasi layanan karantina dan logistik diharapkan mempercepat distribusi, menurunkan biaya, dan meningkatkan kualitas produk. Hal ini sejalan dengan strategi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan logistik di Asia Tenggara.

JATIM HUBIntegrasi LogistikKarantina TerpaduPerdagangan GlobalUKMKoperasiTEU

Komentar

Memuat komentar...