Jawa Barat Terapkan Work from Anywhere, Hindari Krisis BBM

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 33 dibaca
Bisik.id
Jawa Barat Terapkan Work from Anywhere, Hindari Krisis BBM

Gambar atau konten salah?

Penerapan kerja dari rumah (work from home, WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai muncul di kalangan pejabat di Bandung. Kebijakan ini dipicu oleh kemungkinan krisis bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Menurut pejabat, langkah ini bertujuan menekan konsumsi BBM, khususnya dari mobilitas harian pegawai.

Namun, di Jawa Barat, skema serupa sudah berjalan lebih dulu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerapkan pola kerja fleksibel, atau work from anywhere (WFA), sejak awal 2026. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur dan sudah efektif sejak 1 Januari 2026.

“Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur dan sudah berjalan efektif sejak Januari lalu.”

“Jawa Barat sesuai kebijakan Pak Gubernur, sudah efektif WFA sejak Januari 2026. Setiap hari Kamis dan dimungkinkan plus hari Jumat,” ujar Herman, Sabtu (28 Maret 2026).

Meski demikian, penerapan WFA tidak dilakukan secara menyeluruh tanpa pengecualian. Pemerintah tetap memastikan layanan publik berjalan normal dan tidak terganggu oleh kebijakan tersebut. Dengan catatan, kecuali untuk unit kerja yg langsung melayani masyarakat, serta menjamin target kinerja individu ASN tercapai,” katanya.

Herman menegaskan, efisiensi yang ingin dicapai dari kebijakan ini tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan maupun produktivitas kerja ASN kepada masyarakat. Efisiensi kerja tidak boleh mengurangi efektivitas kerja. WFA hanya instrumen, tujuannya adalah kesejahteraan rakyat Jadi kantun dioptimalkan pelaksanaannya teh,” tegasnya.

Penerapan WFA di Jawa Barat sudah berjalan sejak awal 2026, dengan hari kerja fleksibel pada hari Kamis dan Jumat. Pemerintah menegaskan bahwa layanan publik tetap dijaga, dan efisiensi kerja tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan. Kebijakan ini diharapkan membantu menekan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian pasokan.

WFAASNBBMkrisis bahan bakarkebijakan kerja fleksibelGubernur Jawa Baratlayanan publik

Komentar

Memuat komentar...