Menulis Basmalah 113 Kali di 1 Muharram: Perlindungan

Ningsih R. · 3 min baca · 3 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Menulis Basmalah 113 Kali di 1 Muharram: Perlindungan

Gambar atau konten salah?

Selama malam 1 Muharram, banyak umat Islam mengamalkan menulis lafaz bismillahirrahmanirrahim sebanyak 113 kali. Amalan ini diyakini dapat menambah perlindungan dan keberkahan sepanjang tahun. Namun, asal usulnya, mengapa jumlahnya 113, dan bagaimana tata cara pelaksanaannya masih menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Artikel ini menjelaskan semua hal tersebut berdasarkan penjelasan para ulama dan kitab klasik.

Menurut Khazinatul Asrar Jalilatul Adzkar karya Imam Muhammad Haqqiy an-Nazily, menulis basmalah di awal Muharram dianggap sebagai wasilah untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. Praktik ini tidak termasuk ibadah wajib maupun sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, sehingga lebih dikenal sebagai amalan fadhailul a'mal, yaitu amalan yang dilakukan untuk mengambil keberkahan dan berdoa kepada Allah.

Ulama lain, dalam Jauharul Munazhom fii Fadhail Syahrillah Muharram Syekh Abu Bakar bin Muhyiddin Al-Hindi, menjelaskan bahwa amalan ini memiliki fadilah atau keutamaan yang dapat membebaskan kita dari marabahaya selama masa hidup. Bahkan, Imam Abdul Hamid al-Syafi'i menegaskan hal tersebut dalam kitabnya: “قال الإمام عبد الحميد الشافعي في كنز النجاح والسرورمن المجريات الصحيحة كما 'في نعت البدايات وتوصيف النهايات' للسيد الشريف ماء العينين: أن من كتب البسملة في أول المحرم مائة وثلاث عشر ة مرة لم ينل حاملها مكروه فيه ولا في أهل بيته مدة عمره”.

Jumlah 113 dalam amalan ini berkaitan dengan jumlah basmalah yang terdapat dalam Al‑Qur’an. Al‑Qur’an terdiri dari 114 surat, namun hanya 113 surat yang diawali dengan lafaz bismillahirrahmanirrahim, karena Surah At‑Taubah tidak diawali basmalah. Oleh karena itu, sebagian ulama dan masyarakat mengamalkan penulisan basmalah sebanyak 113 kali pada awal Muharram sebagai simbol mengikuti jumlah basmalah di Al‑Qur’an.

Kitab Hasyiyah Tafsir Al-Baidlawiy Juz Pertama karya Syekh Muhyiddin Zadah meriwayatkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz RA bahwa ketika menulis basmalah, disarankan memanjangkan huruf “ba”, menegaskan gerigi huruf “sin”, dan membulatkan huruf “mim”. Praktik ini dianggap sebagai penghormatan terhadap Al‑Qur’an. Dalam proses penulisan, seorang muslim harus berada dalam keadaan bersih, rapi, dan suci. Dianjurkan juga menghadap kiblat, menulis dalam keadaan tenang tanpa berbicara, dan meniatkan penulisan ini sebagai sarana melindungi diri dari musibah serta mendapatkan manfaat dan berkah.

Waktu menulis basmalah pada malam 1 Muharram dapat dimulai sejak azan Maghrib setelah terlihatnya hilal yang menandai hari pertama tahun baru, hingga Maghrib hari berikutnya. Pada tahun 2026, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Malam pergantian Tahun Baru Islam dimulai sejak matahari terbenam Senin 15 Juni 2026, karena dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari tidak dimulai pada pukul 00.00, melainkan sejak waktu Maghrib tiba. 1 Muharram 1448 Hijriah juga menjadi hari libur nasional, namun tidak disertai cuti bersama.

Setelah menulis 113 basmalah, dianjurkan untuk membaca doa yang diambil dari kitab “Ittihaful Amajid Binafaisil Fawaid” oleh Abu Munyah As‑Syankujiy. Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah: “اللهمّ انّى اسألك بفضل بسم الله الرحمن الرحيم وبحقّ بسم الله الرحمن الرحيم وبهيبة بسم الله الرحمن الرحيم وبمنزلة بسم الله الرحمن الرحيم ارفع قدري ويسّرلى امري واشرح صدري يامن هو كهيــعص حمعسـق المّ المّص المر حـم اللهلااله الاهو الحيّ القيّوم بسرّ الهيبة والقدرة وبسرّ الجبروت والعظمة اجعلنى من عبادك المتّقين واهل طاعتك المحـبّينوارزقنى علمانافعا ياربّ العالمين وصلّى الله على سيّدنامحمّد وعلى آله وصحبه وسلّم”.

Doa permohonan hajat yang biasa dipanjatkan setelah membaca Al‑Fatihah dan sholawat Nabi adalah: “Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma ya Hayyu ya Qayyum, ya Dzal Jalali wal Ikram, bi hurmati hadzihil asma'il 'azhimah wal basmallah al-karimah, as'aluka an tahfadzhani wa ahli wa mali wa dinii min jami'il afati wal baliyyati, wa an taqdhiya hajati (sebutkan hajat/keinginan di sini)...”. Doa ini memohon perlindungan bagi diri, keluarga, harta, dan agama, serta memohon agar hajat dapat dikabulkan.

Setelah berdoa, tulisan basmalah 113 kali biasanya dilipat dan disimpan di tempat yang aman di dalam rumah, atau dibawa bepergian. Penulisan ini dianggap sebagai sarana perlindungan dan keberkahan yang dapat dibawa sepanjang tahun.

Amalan menulis 113 basmalah pada malam 1 Muharram merupakan praktik yang populer namun tidak wajib. Asal usulnya berasal dari kitab klasik, dan jumlahnya mencerminkan basmalah di Al‑Qur’an. Praktik ini dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, diikuti oleh sholawat Nabi, Al‑Fatihah, dan doa permohonan hajat. Pada tahun 2026, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juni 2026, dan malam pergantian dimulai pada 15 Juni 2026. Praktik ini tetap menjadi bagian dari tradisi umat Islam yang mengharapkan perlindungan dan keberkahan di tahun baru Islam.

basmalah 113 kali1 Muharramamalan perlindungankeberkahan tahun baruAl‑Qur’anulama klasikdoa hajat

Komentar

Memuat komentar...