Jawa Timur Alokasikan Rp46,9 Miliar Revitalisasi Sekolah

Ani R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Jawa Timur Alokasikan Rp46,9 Miliar Revitalisasi Sekolah

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan dana sebesar Rp 46,9 miliar untuk revitalisasi sarana dan prasarana di 44 lembaga pendidikan menengah kejuruan (SMK) serta sekolah lanjutan berbedaan (SLB) yang tersebar di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa semua anggaran yang berasal dari pemerintah pusat telah selesai dilaksanakan pada tahun anggaran 2025. Ia menekankan pentingnya fasilitas yang memadai untuk mendukung kualitas pendidikan.

“Pendidikan yang berkualitas harus ditunjang sarana dan prasarana yang baik. Karena itu kami terus melakukan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah agar siswa maupun guru memiliki lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” kata Aries, Kamis, 14 Mei 2026.

Di antara ketiga kabupaten, Tulungagung menerima alokasi terbesar, yaitu Rp 23.241.817.788 untuk 20 lembaga. Rinciannya meliputi delapan SMA dengan anggaran Rp 4,721 miliar, sepuluh SMK senilai Rp 17,33 miliar, dan dua SLB sebesar Rp 1,18 miliar. Pekerjaan yang dilakukan mencakup rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi laboratorium, toilet, hingga pembangunan perpustakaan sekolah.

Trenggalek mendapatkan dana Rp 8,585 miliar untuk 11 lembaga, terdiri dari dua SMA dan lima SMK. Sementara itu, Pacitan menerima alokasi Rp 15,158 miliar untuk 13 lembaga pendidikan.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa revitalisasi ini sudah selesai pada tahun 2025 dan diresmikan hari ini. Ia berharap semua fasilitas baru dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Revitalisasi ini sudah selesai semua tahun 2025 dan hari ini diresmikan oleh Ibu Gubernur,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa alokasi terbesar diberikan kepada SMK karena sekolah vokasi memerlukan fasilitas yang lebih kompleks, khususnya tempat praktik dan laboratorium.

“SMK memang membutuhkan fasilitas penunjang praktik yang lebih lengkap. Maka pembangunan ruang praktik siswa menjadi salah satu prioritas agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya.

Aries juga menyoroti bahwa alokasi revitalisasi sekolah di Jawa Timur pada tahun 2025 merupakan yang tertinggi di Indonesia, mencakup total 493 sekolah, baik negeri maupun swasta, di tingkat SMA, SMK, dan SLB.

“Itu untuk sekolah negeri dan swasta, tingkat SMA, SMK dan SLB,” jelasnya. Ia mengajak pemerintah pusat untuk terus mendukung program ini, karena masih banyak sekolah yang memerlukan pembenahan.

Selain program revitalisasi sarpras, pihaknya juga memperkuat program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di ketiga kabupaten. Program ini bertujuan membangun budaya ketahanan pangan di lingkungan sekolah melalui pemanfaatan lahan pendidikan secara produktif.

Jumlah sekolah pelaksana SIKAP mencapai 97 di tiga daerah tersebut. Tulungagung memiliki 27 sekolah pelaksana, terdiri dari 14 SMA, 10 SMK, dan tiga SLB. Trenggalek memiliki 24 sekolah pelaksana, sementara Pacitan menjadi daerah terbanyak dengan total 46 sekolah.

“Memanfaatkan lahan sekolah yang ada untuk pertanian/perkebunan agar siswa memiliki semangat berwirausaha dan bangga menjadi petani modern: Saat ini sudah ada sekitar 176 sekolah di Jawa Timur yang menerapkan program SIKAP,” ujar Aries. Ia mengakui bahwa tidak semua sekolah dapat menjalankan program ini karena keterbatasan lahan, namun pihaknya berencana melakukan inovasi agar program dapat diimplementasikan di seluruh lembaga pendidikan.

Produk yang dihasilkan dari program SIKAP beragam, mulai dari sayur mayur hingga kebutuhan pokok lainnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan kebanggaannya atas pelaksanaan pendidikan vokasi di SMKN 1 Tulungagung.

Ia sempat berkeliling dan melihat langsung kegiatan siswa dalam bidang pertanian dan agribisnis. Salah satu hal yang menonjol adalah laboratorium peternakan, pertanian, dan pengolahan pangan. Di tengah modernisasi, banyak generasi muda yang masih berminat menekuni dunia pertanian dan peternakan.

“Salah satu yang berkesan adalah laboratorium peternakan, pertanian dan pengolahan pangan karena di tengah modernisasi para generasi muda masih banyak yang berminat untuk menekuni dunia pertanian dan peternakan.”

Gubernur berharap sekolah terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing di pasar.

“Jadi kalau sekarang sudah ada ayam petelur, mungkin nanti sebelahnya dibikin ayam petelur yang telurnya kualitas omega,” kata Khofifah.

Program revitalisasi dan SIKAP ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan ketahanan pangan di wilayah Jawa Timur, sekaligus memberi siswa pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Revitalisasi SarprasSMKSIKAPPendidikan VokasiLaboratoriumKetahanan PanganDana Alokasi

Komentar

Memuat komentar...