Jawa Timur Siapkan Air masuk untuk Hadapi Kekeringan 2026

Ratna D. · 1 min baca · 3 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Jawa Timur Siapkan Air masuk untuk Hadapi Kekeringan 2026

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 07 April 2026 – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar rapat koordinasi untuk menangani dampak hidrometeorologi dan potensi bencana musim kemarau tahun 2026. Acara ini menyoroti daerah-daerah yang sering mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa delapan kabupaten menjadi “langganan” kekeringan. Ia menyebut, "Kalau wilayah-wilayah banyak terdampak kekeringan ya berdasar tahun-tahun sebelumnya ada di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Pacitan, Trenggalek," katanya di Surabaya pada hari Selasa.

Gatot menambahkan, "Dan desa-desa yang terdampak kekeringan cukup banyak ada di wilayah Madura, di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep," menekankan bahwa wilayah Madura juga tidak luput dari masalah ini.

BPBD Jawa Timur bersiap mendistribusikan air bersih ke titik-titik terdampak, termasuk daerah yang terkena fenomena El Niño. Gatot menyatakan, "Sumur resapan juga berpengaruh, BPBD siap melakukan pengeboran apabila dibutuhkan pompa pompa air," menandakan kesiapan teknis di lapangan.

Ia menegaskan, "Yang pasti atas arahan Ibu Gubernur Khofifah, BPBD Jatim siap membantu mendistribusikan air bersih ke titik-titik atau desa-desa yang mengalami kekeringan," menunjukkan komitmen pemerintah daerah.

Gatot menutup pernyataannya dengan menegaskan potensi kekeringan di seluruh Jawa Timur. "Kalau melihat data BMKG bahwasanya sebenarnya semua wilayah di Jatim punya potensi. Kami siap berkolaborasi dan turun membantu pada saat masa kekeringan," ujarnya.

Rapat ini menandai langkah terkoordinasi pemerintah provinsi dalam menghadapi tantangan musim kemarau, menyiapkan distribusi air bersih, dan mempersiapkan sumur resapan sebagai upaya mitigasi. Dengan dukungan teknis dan kebijakan yang jelas, harapan adalah mengurangi dampak kekeringan bagi masyarakat Jawa Timur.

SurabayaPemerintah Provinsi Jawa TimurkekeringanEl Niñosumur resapanBPBD Jawa Timurdistribusi air bersih

Komentar

Memuat komentar...