Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif

Ika P. · 3 min baca · 1 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif

Gambar atau konten salah?

Jembatan Batang A, yang juga dikenal sebagai Jembatan Krakitan, kini sedang dibangun di Desa Sucen, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Pekerjaan ini sudah dimulai pada awal bulan Juni 2026 dan diharapkan selesai pada 26 Oktober 2026. Satlantas Polresta Magelang telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas (lalin) sejak 1 Juni 2026 untuk mengurangi kemacetan di sepanjang jalan nasional yang menghubungkan Magelang dan Jogja.

Di titik pertemuan antara dua jalur utama, Satlantas menyesuaikan arah lalu lintas menjadi satu lajur. Rosyid Budianto, Kaur Bin Ops Satlantas, menjelaskan bahwa “yang pertama contra flow di lokasi pembangunan. Jembatan B yang seharusnya dari Jogja-Magelang kami gunakan menjadi dua arah yaitu dari Magelang-Jogja dan Jogja ke Magelang.” Ia juga menambahkan, “Terus, kami rekayasa juga untuk u-turn yang sebelumnya U-turn Java dan U-turn Bakso Pak Tejo sementara ditutup. Dan kami buka di median jalan yang dekat dengan lokasi pembangunan agar untuk contra flow tidak terlalu jauh.”

Untuk mengantisipasi kemacetan, Rosyid mengumumkan jalur alternatif bagi kendaraan roda empat. “Terus, terkait dengan lokasi pengalihan arus kami sudah menyiapkan beberapa lokasi jalur alternatif apabila ada kepadatan arus karena pembangunan jembatan ini. Contohnya dari Jogja menuju Magelang ada dua jalan untuk pengalihan arus. Pertama di sebelum minimarket belok kiri menuju Mantingan, belok kanan bisa Simpang Tiga Semen,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Ada juga dari Jagankidul, Salam di bawah Tugu Ireng (perbatasan DIY-Jateng) belok kiri nanti tembus di Ringin Pasar Ngluwar. Dari arah Magelang menuju Jogja (sebelum lampu traffic light Semen untuk mobil) belok kiri Kradenan nanti tembus di Jerukagung, terus belok kanan sampai SPBU Baledono (Salam).”

Untuk pengendara sepeda motor, Rosyid menyatakan jalur alternatifnya sedikit berbeda. “Sedangkan untuk sepeda motor dari arah Magelang, katanya, melalui Desa Sucen belok kiri menuju Jerukagung nanti belok kanan sampai di SPBU Baledono, Salam.” Ia menegaskan, “Jalur alternatif ini hanya bisa dilakukan roda empat maksimal dan roda dua. Untuk kendaraan besar, truk dan bus tetap melalui jalur utama.”

Penutupan lalu lintas telah berlangsung dua hari terakhir. Rosyid melaporkan dua gelombang kepadatan di pagi hari, yaitu pukul 06.30 sampai 07.00 WIB dan 07.30 sampai 08.00 WIB. Pada sore hari, kepadatan terjadi dari arah Jogja ke Magelang pada 15.00 sampai 18.00 WIB. Penutupan ini diharapkan membantu proses pembangunan tanpa gangguan signifikan.

Pengunjung wisatawan yang menuju Candi Borobudur juga diberi alternatif rute. “Ini agak jauh (jalur Kalibawang), tapi tidak terhambat oleh pembangunan jembatan ini. Dari Magelang terutama Borobudur yang mau ke Jogja silakan nanti melalui Jembatan Elo belok kanan melalui jalur Kalibawang (Kulonprogo). Jalur Kalibawang sudah bisa digunakan bus,” kata Rosyid. Rute ini memungkinkan wisatawan tetap mengakses destinasi utama tanpa melewati area pembangunan.

Proyek Jembatan Batang A memiliki spesifikasi teknis yang cukup signifikan. Jutika Aditya Nugraha, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa jembatan ini memiliki target bentang 18 meter dengan panjang penanganan 350 meter. Nilai kontrak mencapai Rp 7,4 miliar dan dibiayai oleh APBN tahun anggaran 2026. Pekerjaan dimulai pada 29 April 2026 dengan survei awal hingga 1 Juni 2026 sebelum kontrak resmi dilaksanakan.

Setelah survei awal, data diolah dan koordinasi dilakukan dengan Satlantas Polresta Magelang serta Dinas Perhubungan. Karena adanya libur panjang, Idul Adha, dan Waisak, pihak Dishub dan Satlantas mengizinkan penutupan lalu lintas mulai 1 Juni 2026. Sebelum penutupan, pekerjaan sudah dilakukan di bawah jembatan, termasuk pengeboran untuk survei lapisan tanah.

Selain pembangunan jembatan, ada rencana perbaikan jalan di sekitar area. Jutika menjelaskan bahwa target perbaikan jalan adalah 350 meter dengan penambahan lebar jalan. Saat ini, lebar jalan menuju jembatan dan setelah jembatan adalah antara 7,5 sampai 8 meter. Setelah selesai, lebar akan diperluas menjadi 8 sampai 10 meter. Di sisi jembatan, lebar aspal saat ini 6 meter, dan akan menjadi 8 meter setelah selesai. Dengan lebar total jembatan 10 meter, 8 meter akan menjadi aspal dan 2 meter sisanya akan dipakai untuk trotoar serta pagar.

Dengan semua langkah yang telah diambil, baik dari sisi rekayasa lalu lintas maupun rencana teknis jembatan, diharapkan proses pembangunan dapat berjalan lancar. Pihak terkait terus memonitor kemajuan dan menyesuaikan rute alternatif bila diperlukan. Pembangunan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memudahkan mobilitas warga Magelang dan Jogja ke depan.

Jembatan Batang ASatlantas Polresta Magelangjalur alternatifkontrak Rp 7,4 miliarbentang 18 meterlebar jalan 10 meterMagelang-Jogja

Komentar

Memuat komentar...