Jembatan Radug Hampir Runtuh, Bailey Dipasang Segera
Gambar atau konten salah?
Jembatan Radug, yang menghubungkan Kecamatan Ibun dan Kecamatan Majalaya, hampir runtuh pada malam 16 April 2026 akibat arus deras Sungai Citarum. Akibatnya, warga di kedua kecamatan terputus sementara.
Kapolsek Ibun, IPTU Deny Fourtjahjanto, melaporkan kejadian tersebut. Ia berkata, “Iya itu kejadiannya jam 21.00 WIB malam tadi. Kami langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan ke lokasi jembatan,”.
Di Kantor Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk, Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat koordinasi pada hari 17 April 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten sedang menyiapkan jembatan sementara tipe bailey untuk memulihkan akses.
Dadang menambahkan, “Iya saat ini sudah ada rencana penanganan di sekitar delapan kecamatan, termasuk perbaikan jembatan (di Ibun) dan infrastruktur yang terdampak banjir.” Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar proses pemulihan berjalan efektif.
Ia menjelaskan, “Segera dibuatkan dulu jembatan sementara, pakai jembatan bailey. Mungkin dalam waktu dekat sudah terpasang.” Pemasangan jembatan tersebut bekerja sama dengan TNI untuk mempercepat pengerjaan dan segera dapat digunakan masyarakat.
Dadang menyoroti dampak jembatan rusak: “Soalnya rusaknya jembatan itu mengganggu aktivitas dan perekonomian warga.” Ia berjanji bahwa Pemkab Bandung akan terus mengawasi percepatan pemulihan dan menyiapkan langkah pembangunan permanen di masa depan.
Rakor tersebut melibatkan Kementerian PUPR, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kesepakatan dibuat untuk menggunakan jembatan bailey sebagai solusi darurat sementara menunggu pembangunan jembatan permanen.
Keputusan ini diambil setelah jembatan Radug menunjukkan retakan di bawahnya, menandakan potensi kerusakan lebih lanjut. Dengan langkah cepat, pemerintah berharap akses kembali terhubung dan aktivitas warga dapat berlanjut tanpa gangguan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
