Jembatan Teluk Agung Terputus, Pembangunan Sementara Dimulai

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
Jembatan Teluk Agung Terputus, Pembangunan Sementara Dimulai

Gambar atau konten salah?

Jembatan yang menghubungkan Desa Teluk Agung dan Desa Air Baru di Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan, terputus akibat luapan Sungai Teriti. Akibat derasnya aliran sungai setelah hujan intensitas tinggi, akses warga terganggu dan kendaraan tidak dapat melintas di jembatan tersebut.

Jembatan rusak di pangkal atau abutmen, tepatnya di bagian awal jembatan. Sungai Teriti meluap setelah hujan pada 11 Mei 2026 yang melanda wilayah OKU Selatan beberapa hari lalu. Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, menjelaskan situasinya pada 14 Mei 2026:

“Iya, jembatan di Desa Teluk Agung, Kecamatan Mekakau Ilir rusak akibat luapan Sungai Teriti. Luapan sungai itu akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi Senin (11 Mei) lalu,” ujar Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan.

Setelah kejadian, Bupati OKU Selatan, Abusama meninjau kerusakan jembatan. Meskipun belum ada penanganan resmi, pihaknya bersama masyarakat membangun jembatan sementara secara gotong‑royong. Tujuannya agar aktivitas warga tetap dapat berjalan.

Selain itu, normalisasi aliran Sungai Teriti dan penimbunan jalan pangkal jembatan sedang dilakukan. Penimbunan ini bertujuan menstabilkan aliran sungai yang sebelumnya sangat deras, sehingga jembatan tidak lagi terancam hancur.

BPBD mengimbau masyarakat untuk berhati‑hati saat melintas di jembatan sementara. Pondasi jembatan sudah menurun dengan kemiringan sekitar 15 hingga 20 derajat. Setelah jembatan darurat selesai dikerjakan, kendaraan bermuatan berat tidak diperbolehkan melintas demi menjaga keselamatan bersama.

Para aparatur desa, pihak kecamatan, dan warga diminta terus melakukan pengawasan terhadap kondisi dan sudut kemiringan jembatan, terutama jika terjadi hujan lebat berlarut‑larut. BPBD menegaskan bahwa bila kemiringan jembatan terus bertambah dan dianggap membahayakan, akses jembatan akan ditutup total sementara waktu demi keselamatan masyarakat.

Perlu diketahui, selain merusak infrastruktur di Desa Teluk Agung, hujan intensitas tinggi juga mengakibatkan putusnya jembatan penghubung Desa Teluk Agung dan Pulau Duku serta Beronjong Pasar Teluk Agung, sebagian ikut hanyut.

Secara keseluruhan, pemerintah kabupaten melalui Dinas PUTR, BPBD, dan instansi terkait berkomitmen terus melakukan penanganan agar akses penghubung masyarakat dapat segera kembali normal. Dengan langkah gotong‑royong dan pengawasan berkelanjutan, diharapkan jembatan dapat dipulihkan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

JembatanSungai TeritiHujan intensitas tinggiBPBDPenimbunanGotong-royongAkses warga

Komentar

Memuat komentar...