Iran Tutup Selat Hormuz, Serang Balik Israel di Lebanon
Gambar atau konten salah?
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Iran secara resmi mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia. Keputusan ini diambil di tengah situasi yang sebelumnya sempat mereda setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan damai.
Penutupan selat tersebut diumumkan langsung oleh Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya melalui sebuah pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran. "Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal," demikian bunyi pernyataan resmi dari markas besar tersebut.
Langkah drastis ini diambil Iran sebagai respons atas serangan militer Israel yang menargetkan wilayah selatan Lebanon. Menurut pihak Teheran, serangan yang dilakukan Israel itu merupakan pelanggaran langsung terhadap perjanjian yang telah disepakati antara Iran dan AS. "Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini adalah tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh," tegas pernyataan yang sama, "dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya."
Sementara itu, situasi di Lebanon juga tak kalah mencekam. Media resmi Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel menghantam sebuah desa di dekat Kota Sidon, yang terletak di wilayah selatan negara tersebut. Insiden ini terjadi pada Sabtu, 20 Juni 2026, dan dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang.
Kantor Berita Nasional (NNA) Lebanon, yang dikelola oleh negara, merilis data korban sementara. "Serangan di Qannarit menewaskan 'tujuh orang dan melukai 13 lainnya, menurut perkiraan sementara," demikian laporan dari NNA. Peristiwa ini terjadi hanya sehari setelah gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah diumumkan secara resmi.
Penutupan Selat Hormuz dan serangan di Lebanon ini menunjukkan bahwa dinamika keamanan di kawasan Teluk dan sekitarnya masih sangat rapuh. Meskipun ada kesepakatan damai antara Iran dan AS, tindakan militer Israel di Lebanon dianggap oleh Teheran sebagai sebuah provokasi yang memicu respons balasan. Situasi ini membuat jalur perdagangan energi global kembali berada di bawah ancaman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Empat Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Jantung
Iran dan AS Bertemu di Bern, Qatar-Pakistan Jadi Mediator
Marquez Kampi di Brno, Ogura dan Bagnaia Terkalahkan
Pria di Gianyar Ditemukan Tewas Usai Pamit Lari di Pantai
Marquez Juara MotoGP Ceko, Kalahkan Ogura dan Bagnaia
China Tuduh Mata-mata Asing Pakai Ikan dan Kura-kura Bawah Laut
Berita Terbaru
Iran Tutup Selat Hormuz, Serang Balik Israel di Lebanon
297 Tim Finali LTS Greater Jakarta 2026, 2.477 Laga Usai
Empat Kebiasaan Sepele Ini Diam-diam Merusak Jantung
442 Jemaah Haji Kloter 14 Tiba di Palembang, 200 Lebih Berisiko Tinggi
Iran dan AS Bertemu di Bern, Qatar-Pakistan Jadi Mediator
Women's Soccer Trilogy 2026 Digelar di Kudus, Bangun Ekosistem Pembinaan
Bank Jambi ajukan izin buka M-Banking ke BI
Marquez Kampi di Brno, Ogura dan Bagnaia Terkalahkan
Pertemuan Ruben-Sarwendah Batal, Dijadwalkan Ulang 11 Juli
Jabar dan BPS Teken Kerja Sama untuk Sensus Ekonomi 2026
