Kalbe: Gula Tidak Harus Dihindari, Cukup Kontrol Asupan

Wati N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 27 dibaca
Bisik.id
Kalbe: Gula Tidak Harus Dihindari, Cukup Kontrol Asupan

Gambar atau konten salah?

Kalbe Nutritionals menyoroti bahwa gula bukanlah zat yang harus dihindari sepenuhnya. Laurencia Ardi, Health Communicator di perusahaan tersebut, menegaskan bahwa tubuh tetap membutuhkan gula sebagai sumber energi.

“Jadi, untuk asupan makanan gula itu gak harus kita stop, nggak boleh makan gula sama sekali. Jadi gula tetap boleh dikonsumsi, tetapi dengan catatan jumlahnya jangan berlebihan,” kata Laurencia pada hari Jumat (5 Juni 2026).

Sering kali orang menganggap gula sebagai zat gizi yang harus dihindari. Padahal, gula merupakan bagian dari karbohidrat yang berperan penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Tanpa energi yang cukup, berbagai fungsi tubuh tidak dapat berjalan secara optimal.

Menurut Laurencia, tubuh membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas sehari‑hari, mulai dari berjalan, bekerja hingga berpikir. Karena itu, menghilangkan gula dan karbohidrat secara ekstrem bukanlah langkah yang dianjurkan.

“Karena gula itu bagian dari karbohidrat dan merupakan salah satu sumber energi utama untuk tubuh kita supaya kita bisa tetap beraktivitas, kita tetap bisa berpikir, itu membutuhkan energi yang sumbernya bisa dari karbohidrat ataupun gula itu sendiri,” jelas Laurencia.

Setiap karbohidrat yang dikonsumsi dipecah menjadi glukosa, kemudian digunakan oleh sel tubuh sebagai bahan bakar. Otak juga membutuhkan glukosa untuk mendukung fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, memori, dan proses berpikir. Itulah sebabnya tubuh tetap memerlukan karbohidrat dalam jumlah yang cukup setiap hari.

Alih‑alih melakukan cut off gula secara total, Laurencia menyarankan fokus pada pola makan yang seimbang. Dalam satu hari, tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai salah satu sumber energi utama bersama protein dan lemak.

“Kita itu dalam sehari memang yang disarankan adalah nutrisi seimbang atau lebih gampangnya adalah isi piringku. Di mana untuk isi piringku atau nutrisi seimbang itu karbohidrat sekitar 40‑60%, kemudian ada protein juga dan juga ada lemak. Nah, 40‑60% karbohidrat itu gula menjadi bagian dari situ,” ujarnya.

Karbohidrat tidak hanya berasal dari gula tambahan dalam makanan dan minuman manis. Nasi, kentang, jagung, roti, buah-buahan, hingga umbi‑umbian juga merupakan sumber karbohidrat yang berkontribusi memenuhi kebutuhan energi harian.

Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghindari gula, melainkan memastikan asupan karbohidrat berasal dari sumber yang beragam dan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh.

Laurencia menekankan bahwa gula tetap boleh dikonsumsi, namun penting untuk mengontrol jumlahnya. Dengan memahami peran gula dan karbohidrat dalam tubuh, konsumen dapat memilih pola makan yang lebih sehat tanpa harus menutup sepenuhnya asupan gula.

Kalbe Nutritionalsgulakarbohidratenergipola makan seimbangglukosa

Komentar

Memuat komentar...