Kalla Mengklaim Jodoh Jokowi, Perdebatan di Jakarta Selatan
Gambar atau konten salah?
Jusuf Kalla menggelar jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan pada hari Sabtu, 18 April 2026. Di sana, ia berbicara secara terbuka tentang perjalanan politik Joko Widodo dan menuduh dirinya sebagai kunci kesuksesannya.
Ketika ditanya tentang laporan polisi yang meneliti video ceramahnya di UGM tentang ‘mati syahid’, pembicaraan segera meluas ke tuduhan keterlibatannya dalam kasus ijazah Jokowi. Rismon Sianipar sebelumnya menuduh Kalla terlibat dalam pendanaan kasus tersebut, namun Kalla menolak keras.
“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” ujar Kalla.
Ia tidak berhenti di situ. Kalla menegaskan bahwa dirinya adalah sosok yang membawa Jokowi keluar dari Solo ke kancah politik Jakarta. Ia mengklaim telah menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, agar Jokowi dapat mencalonkan diri dalam Pilkada DKI Jakarta.
“Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” tegas Kalla. Ia menambahkan bahwa kemenangan Jokowi sebagai Presiden tidak lepas dari campur tangan dan dukungan beliau.
Menurut versi Kalla, Megawati sempat enggan menandatangani berkas pencalonan Jokowi jika Kalla tidak bersedia menjadi pendampingnya sebagai calon wakil presiden. Ia menceritakan momen krusial tersebut dengan emosi.
“Eh belum cukup pengalaman jangan, nanti rusak negeri ini,” kata Kalla. Ia melanjutkan, “Kenapa Bu saya mesti wakil? Karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia.”
Di sisi lain, Kalla mengaku sudah berniat pensiun dan pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun Megawati menolak, meminta Kalla tetap mendampingi Jokowi.
“Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang ‘jangan, Pak Yusuf dampingi.’ Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzer buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” imbuh Kalla.
Setelah mendengar kritik keras, Jokowi bertemu Kalla di kediamannya di Banjarsari, Surakarta. Ia merespons dengan singkat dan rendah hati.
“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ujar Jokowi pada hari Senin, 20 April 2026.
Jokowi menolak mengomentari lebih lanjut tentang kondisi negara di bawah kepemimpinannya, menyerahkan penilaian kepada masyarakat.
“Yang menilai bukan saya,” pungkas Jokowi.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara dua mantan pejabat tinggi yang pernah bekerja bersama. Kalla menegaskan perannya sebagai penolong Jokowi, sementara Jokowi tetap menegaskan sikap rendah hati dan menyerahkan penilaian publik. Situasi ini menambah dinamika politik Indonesia, di mana sejarah karier dan hubungan pribadi sering kali memengaruhi persepsi publik terhadap kepemimpinan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
