Karangasem Festival 2026: Parade 1.200 Seniman Ria
Gambar atau konten salah?
Festival Karangasem 2026 akan kembali digelar dengan konsep yang lebih segar dan menarik, sekaligus merayakan HUT ke‑386 Kota Amlapura. Acara tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 19‑22 Juni 2026, dan dipadukan dengan perayaan ulang tahun kota tersebut.
Koordinator Tim Kreatif Karangasem Festival, I Gusti Ngurah Gede Subagiartha (Gus Ode), menegaskan bahwa tahun ini festival tidak sekadar perayaan biasa. Ia menambahkan, “acara tahun ini bukan sekadar perayaan, tetapi dipastikan makin semarak dengan parade budaya yang melibatkan sekitar 1.200 seniman lokal.” Parade ini akan menampilkan ragam seni tradisional dan kontemporer dari seluruh wilayah Karangasem.
Selain parade, festival akan menampilkan berbagai kegiatan lain. Di antara penampilan utama, artis nasional Donnie Sibarani dan mantan vokalis Ada Band akan tampil, menambah daya tarik bagi pengunjung. Penampilan ini diharapkan dapat menarik minat wisatawan dan meningkatkan kunjungan ke daerah tersebut.
“Festival tahun ini mengusung tema “Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa”. Tema ini sudah kami rancang sejak 2025 sebagai refleksi kondisi pembangunan daerah Karangasem di bawah kepemimpinan Gus Par‑Guru Pandu,” kata Gus Ode pada 2 Juni 2026. Tema tersebut mencerminkan tantangan pembangunan yang dihadapi Karangasem, sekaligus tekad untuk mengatasinya.
Gus Ode menjelaskan bahwa pesan dalam tema tersebut cukup sederhana, namun penuh makna. Ia menegaskan, “membangun Karangasem memang tidak mudah. Namun, dengan kebersamaan, cita‑cita bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Karangasem optimistis bisa tercapai.” Kata-kata ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Festival ini tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, melainkan juga menjadi ruang untuk menyampaikan semangat kepada seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diharapkan. Hal serupa disampaikan oleh Koordinator Kreatif lain, I Gusti Ngurah Setiawan (Gus Sombi), yang menambahkan, “ada hal‑hal yang dahulu sulit terwujud, tetapi sekarang mulai bisa terwujud. Contohnya persoalan air di Kubu yang perlahan mulai bisa teratasi sedikit demi sedikit,” ujar Gus Sombi.
Karangasem Festival 2026 juga akan menghadirkan jingle baru, “Mentari Timur Menari,” yang sarat pesan kebersamaan, gotong‑royong, dan optimisme. Jingle tersebut diciptakan langsung oleh Gus Ode. Konsep panggung festival akan mengusung tema “Nakula Sadewa,” terinspirasi dari dua tokoh kesatria dalam Mahabharata, yang dianggap mencerminkan kepemimpinan yang saling melengkapi.
“Kami harap Karangasem Festival tahun ini tak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat serta menjadi agenda rutin yang masuk kalender pariwisata nasional,” harap Gus Ode. Ia berharap festival ini dapat menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.
Secara keseluruhan, Karangasem Festival 2026 dirancang sebagai platform yang tidak hanya menampilkan budaya dan hiburan, tetapi juga sebagai ajang memupuk semangat kebersamaan, memperkuat ekonomi daerah, dan menempatkan Karangasem pada peta pariwisata nasional. Dengan dukungan luas, festival ini berpotensi menjadi tonggak penting bagi pembangunan dan identitas Karangasem di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
