Kartu Nusuk Diberikan Langsung di Indonesia Haji 2026

Putri N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 126 dibaca
Bisik.id
Kartu Nusuk Diberikan Langsung di Indonesia Haji 2026

Gambar atau konten salah?

Kartu Nusuk merupakan dokumen resmi yang wajib dimiliki setiap jemaah haji. Dokumen ini berfungsi sebagai tiket masuk ke wilayah suci di Arab Saudi, termasuk Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses layanan di Masjidil Haram, Makkah, maupun tempat ibadah lainnya. Karena itu, menjaga kartu ini menjadi kewajiban utama bagi setiap pelaku ibadah.

Dalam kartu tersebut tersimpan data penting: penugasan lokasi jemaah di Makkah dan Madinah, kontak perusahaan penyedia layanan, serta informasi identitas elektronik. Selain versi fisik, Kartu Nusuk juga tersedia secara digital di aplikasi resmi. Versi digital ini dapat digunakan sementara ketika kartu fisik hilang, sehingga jemaah tetap dapat masuk ke tempat suci.

Jika kartu hilang, langkah pertama adalah melaporkan kepada ketua rombongan. Selanjutnya, gunakan kartu digital untuk sementara. Kemudian laporkan kehilangan kepada petugas keamanan terdekat. Jemaah juga dapat menghubungi nomor telepon 1966 atau mengunjungi Guest Care Center dan Nusuk Care Center yang berada di sekitar Masjidil Haram, Makkah. Petugas di sana akan membantu proses penggantian kartu.

Untuk mencegah kehilangan, Ketua PPIH Arab Saudi 2025, Muchlis Hanafi, menekankan pentingnya mengalungkan kartu. Ia berkata, “Nusuk ini seperti nyawa kedua jemaah. Bahkan, dalam konteks operasional ibadah haji, ‘lebih penting’ daripada paspor,” . Mengalungkan kartu memudahkan identifikasi jemaah jika tersesat dan menghindari penolakan di titik layanan. Menurutnya, kartu ini adalah nyawa kedua bagi jemaah.

Perubahan kebijakan pada musim haji 2026 membawa langkah baru. Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, mengumumkan bahwa Kartu Nusuk akan dibagikan langsung di Indonesia sebelum jemaah berangkat. “Kartu Nusuk dibagi di sini (Indonesia). Dan, kemarin Syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) sudah menyatakan mereka siap, sudah sampai 100% di sini,” ujarnya di Jakarta.

Keputusan ini muncul setelah evaluasi penyelenggaraan haji 2025, di mana distribusi kartu di Arab Saudi mengalami keterlambatan dan antrean panjang. Keterlambatan tersebut menimbulkan kecemasan di kalangan jemaah karena kartu merupakan tiket masuk legal untuk melaksanakan rangkaian ibadah di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dengan distribusi di Indonesia, jemaah tidak perlu menunggu di tanah suci untuk mendapatkan kartu identitas elektronik.

Distribusi di titik keberangkatan masing-masing jemaah diharapkan mempercepat proses birokrasi dan meningkatkan kenyamanan. Syarikah, sebagai perusahaan penyedia layanan haji, sudah menegaskan kesiapan mereka dan mencapai 100% distribusi di Indonesia. Kebijakan ini juga diharapkan mengurangi risiko kehilangan kartu selama perjalanan dan memudahkan penggantian jika terjadi kerusakan.

Secara keseluruhan, Kartu Nusuk tetap menjadi elemen krusial bagi setiap jemaah haji. Dengan langkah-langkah pelaporan yang jelas, tips pengamanan, dan kebijakan distribusi baru, diharapkan pengalaman ibadah menjadi lebih lancar dan terjamin legalitasnya. Jemaah diingatkan untuk selalu menjaga kartu, mengalungkannya, dan memanfaatkan layanan digital bila diperlukan, sehingga perjalanan ibadah dapat berjalan tanpa hambatan.

Kartu NusukJemaah HajiDistribusi di IndonesiaAplikasi DigitalPetugas KeamananSyarikahWamenhaj

Komentar

Memuat komentar...