Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Warga Ramai Live Streaming
Gambar atau konten salah?
Kebakaran besar melanda sebuah pabrik yang memproduksi plastik dan mainan di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. Api yang berkobar hebat langsung menarik perhatian banyak orang.
Warga sekitar berbondong-bondong datang ke lokasi. Mereka tidak hanya menonton dari kejauhan. Banyak yang berdiri di pintu masuk gang, bahkan sampai ke area depan pabrik, hanya untuk menyaksikan kobaran api yang besar. Pemandangan itu menjadi tontonan yang tidak biasa di malam hari.
Yang menarik, sebagian dari mereka tidak sekadar menonton. Beberapa warga memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan siaran langsung, atau live streaming, di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Mereka menyiarkan langsung kejadian kebakaran itu kepada pengikut mereka di dunia maya.
Salah satu warga bernama Rahmi mengaku datang karena penasaran. Kebakaran itu terjadi tidak jauh dari rumahnya. "Penasaran saya. Soalnya ngeri kali apinya, sampai terlihat dari jalan besar. Asapnya juga tebal," kata Rahmi di lokasi pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Rahmi tidak hanya datang untuk melihat. Ia juga membuka siaran langsung di ponselnya. "Iya, sekalian live. Kasih info juga ke teman-teman di media sosial. Lumayan kalau dapat gift," ujarnya. Ia berharap bisa mendapatkan hadiah digital dari penonton siarannya.
Warga lain, Andre S, punya alasan serupa. Ia datang karena lokasi pabrik dekat dengan rumahnya. "Karena dekat rumah, jadi penasaran apa yang terbakar. Sekalian juga live TikTok, siapa tahu dapat gift. Lumayan," pungkasnya.
Seorang warga bernama Sarah Rangkuti memberikan keterangan lebih detail. Ia mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 20.35 WIB pada hari yang sama. "Tadi awalnya warga sekitar yang berteriak ada kebakaran. Setelah dicek, ternyata pabrik plastik yang terbakar," ucapnya pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.
Begitu tahu ada api, warga dan penjaga pabrik berusaha memadamkan. Mereka menggunakan alat seadanya. Tapi api sudah terlalu besar. Upaya mereka tidak membuahkan hasil. "Apinya besar sekali, tidak bisa diredam. Uap panasnya menyulitkan warga untuk memadamkan api," kata Sarah.
Mereka pun terpaksa menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Setelah tiba di lokasi, petugas langsung bergerak. Mereka menyemprotkan air ke sejumlah titik api yang masih menyala.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pencegahan dan Pemadam Kebakaran Kota Medan, Wandro Malau, membenarkan bahwa armada sudah dikerahkan. "Armada sudah ke lokasi dan sedang melakukan pemadaman," ucapnya. Ia belum bisa menjelaskan dari mana sumber api berasal.
Saat ini, pihaknya masih fokus pada proses pemadaman. Setelah api benar-benar padam, mereka akan melakukan pendataan. Baru setelah itu keterangan resmi akan diberikan kepada publik. "Kita masih fokus melakukan pemadaman. Nanti setelah didata akan kita informasikan lebih lanjut," ucap Wandro Malau.
Kebakaran pabrik ini menjadi peristiwa yang cukup besar di kawasan Medan Johor. Asap tebal dan api yang menjulang tinggi membuat warga sekitar merasa ngeri. Namun, di tengah situasi darurat, sebagian warga justru melihatnya sebagai tontonan yang layak disiarkan langsung ke media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pencurian Sawit di Sumut Meningkat, Kerugian Capai Ratusan Juta
Bolot Pindah ke Rawat Inap, Fokus Pemulihan
11 Keluarga Mengungsi Akibat Kebakaran Pabrik Mainan di Medan
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan, Listrik Dipadamkan
Pabrik Plastik dan Mainan di Medan Johor Terbakar Hebat
Kebakaran Hebat di Belawan, Puluhan Perkapalan Nelayan Terbakar
Berita Terbaru
Pencurian Sawit di Sumut Meningkat, Kerugian Capai Ratusan Juta
Dua Kali Gempa, Rumah Kembali Rusak, Bantuan Belum Ada
Madrid Bantah Keras Rumor Dekati Bintang Bayern, Michael Olise
Celah BootROM iPhone dan iPad Tak Bisa Diperbaiki Selamanya
BMKG Peringatkan Kekeringan Parah di Sumsel, Warga Diminta Hemat Air
Bolot Pindah ke Rawat Inap, Fokus Pemulihan
21 Juni 2026: 6 Muharram 1448 H
Rupiah Melemah, Harga Oli dan Sparepart Melonjak
Ahli Bantah Klaim Manfaat Campuran Bubuk Protein dan Diet Coke
