Kelli Menikah di Rumah Sakit Saat Suaminya Kanker Langka

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Kelli Menikah di Rumah Sakit Saat Suaminya Kanker Langka

Gambar atau konten salah?

Di sebuah ruang perawatan di Amerika Serikat, seorang wanita berusia 27 tahun memutuskan untuk melangkah ke altar di tengah–tengah perawatan medis. Nama Kelli Peters, ia mengikat janji suami pada pria yang sedang berjuang melawan penyakit langka. Pernikahan itu berlangsung di dalam rumah sakit, sebuah pernyataan cinta yang tak terucapkan secara verbal namun terasa kuat.

“Saya percaya saya ditempatkan di dunia ini untuk merawatnya, dan mencintainya. Dia memberi saya cinta yang begitu murni dan istimewa, membuat kami berdua merasa utuh,” kata Kelli, kutipan yang diambil dari CNN. Kata-kata itu menegaskan tekadnya untuk tetap di samping Robbie Fox, meski nasibnya sudah ditentukan.

Hubungan mereka bermula pada 2018 ketika Kelli bertemu Robbie di Elon University. Sejak saat itu, kebahagiaan mereka tampak tak terhitung, sampai badai datang pada 01 Mei 2024. Pada hari itu, Robbie didiagnosis dengan sarkoma Ewing, sejenis kanker ganas yang menyerang tulang. Kelli, meski terkejut, tidak mundur sejenak. Ia memilih untuk tetap berada di sisi suaminya.

Keputusan itu diuji ketika pada 01 Maret 2025, tim medis mengumumkan bahwa Robbie sembuh setelah menjalani serangkaian pengobatan intensif. Dalam kebahagiaan singkat itu, Robbie langsung melamar Kelli, menandai titik baru dalam perjalanan mereka. Keduanya kemudian memesan tempat pernikahan impian pada 01 Oktober 2025, menandai harapan baru yang tampak lebih nyata.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Pada 01 November 2025, kanker Robbie dinyatakan kambuh lagi. Dalam kondisi yang semakin terpuruk, Robbie sempat menawarkan jalan keluar agar Kelli tidak perlu ikut menderita bersamanya. “Dia seperti berkata, ‘Apakah kamu mau meninggalkanku? Kamu tidak harus menjalani perjalanan ini bersamaku,’” ungkap Kelli, menirukan ucapan suaminya pada saat itu.

Kelli menolak tawaran tersebut. Ia memutuskan untuk tetap berada di samping Robbie, menolak rasa takut akan kesendirian. Kondisi Robbie terus memburuk, sehingga ia harus dipindahkan ke ruang perawatan paliatif. Ruangan khusus ini dirancang untuk pasien stadium akhir, meminimalkan rasa sakit menjelang ajal.

Di saat itu, Kelli memutuskan untuk menikah dengan Robbie. Ia sadar betul konsekuensi dari keputusannya, yang dialami di usia 27 tahun. Kelli mengaku merasa damai dan terhibur. Baginya, bisa mendampingi Robbie di hari-hari terakhirnya sebagai seorang istri sah adalah keputusan terbaik dalam hidupnya. “Aku membuatnya bahagia, dan hanya itu yang kupedulikan. Itu sepadan karena dia adalah sahabatku,” tutup Kelli.

Menurut Mayo Clinic, sarkoma Ewing atau Ewing sarcoma merupakan jenis kanker langka yang tumbuh di dalam tulang atau di jaringan lunak di sekitar tulang. Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak, remaja, hingga orang dewasa muda di rentang usia 10 sampai 20 tahun, meskipun bisa terjadi pada usia berapa pun. Sifatnya sangat agresif karena sel kankernya dapat membelah dan menyebar (metastasis) dengan sangat cepat ke bagian tubuh lain, seperti paru-paru atau tulang lainnya.

Gejala awalnya sering kali samar, mulai dari nyeri tulang yang tiba‑tiba muncul, pembengkakan atau benjolan yang terasa hangat di dekat permukaan kulit, hingga demam tanpa sebab yang jelas. Karena gejalanya mirip cedera biasa, kanker ini sering terlambat terdeteksi, menurut Cleveland Clinic.

Kasus Kelli dan Robbie menyoroti betapa pentingnya dukungan emosional dalam menghadapi penyakit yang tidak hanya menakutkan secara fisik, tetapi juga menantang secara psikologis. Keputusan Kelli untuk tetap berada di sisi suaminya, bahkan ketika nasib tampak tidak berpihak, menunjukkan betapa kuatnya ikatan cinta dan komitmen dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

Kelli PetersRobbie FoxSarkoma EwingPernikahan di rumah sakitPerawatan paliatifKomitmen cintaPenyakit langka

Komentar

Memuat komentar...