Kemendikdasmen Ungkap Tiga Tahap Mengajar Menulis SD Baru
Gambar atau konten salah?
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa menulis bukan sekadar menempatkan huruf di atas kertas. Menurut kementerian, proses belajar menulis berbeda bagi setiap anak dan berkembang seiring kemampuan motorik mereka.
Setiap anak melewati tahapan belajar menulis yang unik. Ketika kemampuan motorik semakin kuat, menulis menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Berikut tiga tahap menulis yang disarankan untuk anak Sekolah Dasar.
- Siap Fisik – Tahap pertama disebut pramenulis. Di sini, anak belajar memegang pensil, membuat garis, dan memahami arah tulisan. Tiga fondasi ini penting agar tangan anak tidak cepat pegal saat menulis, sehingga mereka dapat menulis lebih lama.
- Menulis Awal – Setelah fondasi memegang pensil dan arah tulisan kuat, anak dapat melanjutkan ke tahap kedua. Di tahap ini, ajak anak menulis kata‑kata sederhana, belajar spasi, dan membedakan huruf besar dan kecil. “Fokus di sini adalah melatih motorik halus agar anak percaya diri,” tulis Kemendikdasmen.
- Menulis Fasih – Tahap ini ditandai dengan gerakan tangan yang otomatis. Anak sudah dapat menulis kalimat yang saling terhubung, memakai tanda titik dan huruf kapital dengan benar, serta fokus pada isi tulisan, bukan lagi cara membuat hurufnya. “Menulis tangan tetap penting untuk membangun stamina menulis agar anak bisa berekspresi lebih lama dan lebih dalam,” tandas Kemendikdasmen.
Di era digital, menulis tangan tetap memiliki nilai. Menulis tangan membantu anak mengembangkan stamina menulis, memungkinkan mereka berekspresi lebih lama dan lebih dalam. Dengan memahami tiga tahap ini, orang tua dapat menyesuaikan cara mengajar agar proses belajar menulis menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi anak.
Perhatian orang tua sangat penting. Memperhatikan setiap tahap akan membantu anak mencapai kemampuan menulis yang baik, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan ekspresi mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB NTT 2026: Pendaftaran Online & Offline, Jadwal Terbaru
SPMB Kota Depok: Posko Pengaduan Siap Tangani Pendaftaran SMP
Libur Akhir Tahun 2025/2026: Siswa Jawa Kembali 13 Juli
Jepang Rekor Penurunan Kelahiran: 671.236 Bayi, 1,14 TFR
PAUD Nasional Dorong Penerapan Berpikir Komputasional
Jawa Tengah Berikan 231.724 Kuota Sekolah Gratis 2026
Berita Terbaru
Mitsubishi Luncurkan eK Cross EV Baru, 11 Warna & USB
Brasil Hadapi Haiti: Tekanan Kemenangan Piala Dunia 2026
Hakim Danish Dominasi Moto3 FP1 Brno, Veda Ega 22nd
Pemerintah Indonesia Luncurkan Program Peningkatan Air Minum
Banjir Boalemo 486 Jiwa Terganggu, Polsek & SMK Terdampak
Hari Sushi Internasional: Asalnya Asia Tenggara, Bukan Jepang
