Kepala SPPG Bandung Ditemukan Meninggal, Rekan Sebut Sempat Berubah Sikap

Dani L. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kepala SPPG Bandung Ditemukan Meninggal, Rekan Sebut Sempat Berubah Sikap

Gambar atau konten salah?

Bandung — Seorang perempuan berusia 26 tahun berinisial SF yang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditemukan meninggal dunia di area parkir sebuah mal di Bandung. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi rekan-rekannya yang setiap hari bekerja bersamanya di dapur yang sama.

Salah satu rekan SF di dapur tersebut, Fazri, menuturkan bahwa almarhumah dikenal sebagai pribadi yang humoris dan ceria. Namun, dalam tiga bulan terakhir, ia melihat ada perubahan yang tidak biasa pada sikap SF.

"Cuman pas selama 3 bulan ke belakang jadi agak beda. Beda tuh agak tertutup, ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa. Justru ya sesuai itu tupoksinya aja, jadi enggak bisa bercanda, enggak bisa diajak komunikasinya lah agak tertutup," ujar Fazri saat ditemui pada Senin, 13 Juli 2026.

SF mulai menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Fazri bahkan menyebut bahwa ponsel almarhumah sudah tidak aktif selama dua minggu terakhir sebelum kejadian.

"Saya coba komunikasi cari-cari ke mana Pak SF ke saudaranya ditanya, ke Kakak Iparnya, ditanya ke keluarganya, didatengin. HP-nya juga udah enggak aktif 2 minggu ke belakang begitu," jelasnya.

Pencarian informasi itu dilakukan Fazri untuk menanyakan kelanjutan operasional dapur menjelang libur sekolah. Ia ingin tahu apakah dapur tersebut akan tetap berjalan atau tidak selama masa libur.

"Tapi enggak ada jawaban sama sekali, jadi intinya saya juga lost contact gitu selama libur gitu enggak ada komunikasi sama sekali. Nah, jadi pas kemarin terjadi kejadian kayak gitu syok aja kenapa bisa seperti ini gitu. Padahal di dapur enggak ada masalah," ungkapnya.

Fazri mengungkapkan bahwa komunikasi terakhirnya dengan SF melalui pesan WhatsApp terjadi pada 23 Juni 2026. Menurutnya, SF juga mulai lambat dalam membalas pesan.

"Jadi terakhir komunikasinya juga agak-agak lama jawabnya. Jadi agak ngelamun dulu, enggak tahu ada apa sih beban pikiran yang dia pikirkan," ucapnya.

Menjabat Kepala SPPG Sejak Tiga Bulan Lalu

Dapur SPPG tempat SF bekerja sebenarnya sudah dibangun sejak delapan bulan lalu. Fazri mulai melihat perubahan sikap SF sekitar tiga bulan yang lalu, yang bertepatan dengan masa jabatannya sebagai kepala SPPG.

"Iya (perubahan sikap), 3 bulan terakhir. Saya perhatikan, karena kadang ketemu seminggu dua - tiga kali, memang pinggir rumah juga kan kadang jarang-jarang komunikasi. Kalau rapat juga kan ditanya ada masalah enggak, masalah pribadi atau masalah dapur. Ah, enggak ada, enggak ada. Gitu aja sih ngejawabnya. Tapi kan saya enggak bisa mendalami sejauh," bebernya.

Selama ini, Fazri menilai SF bekerja dengan sangat baik. Baik dari sisi teknis maupun operasional, semua bisa ditangani dengan andal oleh almarhumah.

"Kalau setahu saya kemarin mah mungkin enggak ada. Keluarganya juga enggak komen apa-apa. Justru meminta maaf, takutnya ada kesalahan. Selama kerja, mungkin dengan ini juga akan dampak ke dapur, jadi ditutup," kata Fazri.

Dapur SPPG Dihentikan Sementara

Akibat kejadian ini, dapur SPPG tersebut untuk sementara waktu tidak beroperasi. Sebab, dapur membutuhkan kepala SPPG pengganti agar bisa kembali berjalan normal.

"Kebetulan kalau kemarin sudah ada dari BGN langsung dari KPPG langsung ke sini. Ya kita di hari dianjurkan buat off dulu sementara, karena ya mungkin kepala SPBG-nya belum ada. Jadi nunggu kepala sebagai pengganti. Karena itu kan istilahnya mah harus saya approve kepala SPPG dana pencairan," ucap Fazri.

Fazri menambahkan bahwa SPPG tersebut setiap hari mengalokasikan makanan untuk total 2.625 siswa. Penerima manfaatnya meliputi tiga Posyandu dan enam sekolah, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Ada sebanyak 47 relawan yang bekerja di dapur tersebut.

"Tentang sekolah penerima manfaatnya totalnya di 2.625. Meliputi tiga Posyandu dan Enam sekolah. TK, SD, SMP. Terus di sini ada sebanyak 47 relawan yang bekerja," pungkasnya.

SF ditemukan meninggal di parkiran mal Bandung. Rekan-rekannya masih syok dan tidak menyangka. Mereka tidak melihat adanya masalah di dapur yang bisa memicu kejadian ini. Keluarga SF pun disebut tidak banyak berkomentar dan justru meminta maaf jika ada kesalahan selama almarhumah bekerja.

kematian kepala sppgperubahan sikapSFBandungrekan kerjakomunikasi terputusdapur sppg

Komentar

Memuat komentar...