Keracunan Makan Bergizi Gratis: 124 korban, 3 siswa dirawat

Jaka M. · 1 min baca · 20 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Keracunan Makan Bergizi Gratis: 124 korban, 3 siswa dirawat

Gambar atau konten salah?

RSIA IBI Surabaya masih menampung tiga siswa yang dirawat setelah terjadi keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, pada 11 Mei 2026. Kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.

Di 14 Mei 2026, dr Ramli Tarigan, Direktur Utama RS Ibu dan Anak IBI Surabaya, mengonfirmasi bahwa saat ini tinggal 3 pasien yang masih dirawat dari 7 pasien yang awalnya terlibat. Ia menambahkan bahwa kesehatan siswa terus menunjukkan perkembangan positif dan mereka direncanakan pulang hari ini. "Saat ini tinggal 3 pasien yang dirawat dari 7 pasien," ujar dr Ramli Tarigan. "Alhamdulillah sudah membaik. Rencananya semua hari ini bisa pulang," tambahnya.

Meski diperbolehkan pulang, para siswa tetap akan dipantau kesehatan oleh rumah sakit dan puskesmas setempat. "Semua pasien kita tetap lakukan pemantauan baik dari pihak kita rumah sakit bekerja sama dengan pihak puskesmas. Kita saling memberikan informasi," pungkas dr Ramli.

Pada 13 Mei 2026, dr Ramli menyebut siswa yang masih dirawat mengalami gangguan pencernaan seperti mual, muntah, mencret (diare). "Tujuh anak. Semua rata-rata mual, muntah, mencret (diare)," kata dr Ramli.

Ia menjelaskan bahwa rumah sakit menangani lebih dari 120 siswa saat insiden keracunan MBG terjadi pada 11 Mei 2026. Total korban terakhir 124, berasal dari sembilan sekolah. "Totalnya kemarin pendataan terakhir itu 124 korban. Untuk masing-masing sekolahnya itu ada 9 sekolah. Sekarang tinggal sisa tujuh," pungkasnya.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat pada program makanan sekolah.

RSIA IBI Surabayakeracunan massalMakan Bergizi Gratisdr Ramli Tariganpuskesmassiswa124 korban

Komentar

Memuat komentar...