Keran Air Tetes Meski Tutup: Penyebab dan Cara Perbaikan

Fitri A. · 2 min baca · 28 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Keran Air Tetes Meski Tutup: Penyebab dan Cara Perbaikan

Gambar atau konten salah?

Ketika Anda menutup keran air, biasanya aliran air berhenti dan lantai tetap kering. Namun sering kali, air tetap menetes meski keran sudah ditutup rapat. Kondisi ini membuat penghuni rumah khawatir, takut membuang-buang air, dan membuat mesin pompa terus bekerja karena sistem deteksi masih menganggap keran terbuka.

Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan keran tetap menetes meski sudah ditutup. Ketahui penyebabnya supaya Anda dapat menanganinya sebelum air terus mengalir.

1. Penutup Keran Sudah Longgar – Penutup atau gagang keran biasanya terbuat dari karet atau plastik kecil. Seiring waktu, bahan ini dapat aus atau longgar, sehingga tidak menutup rapat. Akibatnya, air masih dapat menetes keluar.

2. Bagian Keran yang Retak – Komponen penting di dalam keran seperti ring‑O, seal, washer, dan katup dapat mengalami kerusakan. Retak, karat, penumpukan mineral, atau usia pemakaian dapat membuat komponen ini tidak berfungsi dengan baik. Meski keran sudah ditutup, air tetap keluar karena komponen tersebut sudah rusak.

3. Pemakaian Air Berlebih – Membuka keran secara besar-besaran secara terus-menerus dapat menimbulkan tekanan berlebih pada komponen di dalamnya. Tekanan ini dapat menyebabkan retakan, kebocoran, atau longgar pada bagian‑bagian keran.

Berikut langkah-langkah praktis untuk memperbaiki keran air yang menetes terus.

  1. Siapkan Alat – Anda memerlukan kunci pas, obeng berkepala silang, cartridge pengganti atau ring‑O, dan selotip khusus pipa. Pastikan semua alat dalam kondisi baik sebelum memulai.
  2. Matikan Saluran Air – Pastikan pompa atau mesin air dalam keadaan mati. Jika tidak, saat pipa dibuka, air akan menyembur keluar dan membuat area sekitar menjadi basah.
  3. Lepaskan Gagang Keran – Buka gagang keran terlebih dahulu. Cari sekrup yang menahan gagang pada leher keran dan lepaskan.
  4. Buka Cartridge atau Katup – Keran biasanya memiliki cartridge atau katup yang mengatur aliran air. Gunakan kunci pas yang sesuai ukuran, lalu putar ke arah berlawanan dengan jarum jam untuk membuka bagian cartridge.
  5. Periksa dan Ganti Washer atau Ring‑O – Periksa kondisi washer dan ring‑O di dalam cartridge. Jika bentuknya sudah tidak normal atau ada kerusakan, segera ganti bagian tersebut.
  6. Pasang Selotip Pipa – Jika keran memiliki sambungan berulir, Anda dapat menghentikan aliran air dengan memasang selotip pipa secara melingkar di bagian atas sambungan.
  7. Pasang Kembali Semua Komponen – Setelah semua bagian diperbaiki, pasang kembali komponen keran. Pastikan pemasangan cukup kencang, namun tidak terlalu kencang. Gunakan kunci pas dan putar searah jarum jam.

Perbaikan sederhana ini dapat mengembalikan fungsi keran dan menghemat penggunaan air. Jika keran masih menetes setelah semua langkah di atas, sebaiknya hubungi teknisi profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan mengetahui penyebab umum dan cara memperbaikinya, Anda dapat menghindari pemborosan air dan menjaga sistem pipa rumah tetap berfungsi baik.

keran airtetesretaksealring‑Opompaselotip pipa

Komentar

Memuat komentar...