Keraton Solo Lepaskan 5 Kebo Bule Sebelum Malam 1 Suro
Gambar atau konten salah?
Pada 16 Juni 2026, lima kebo bule milik Keraton Solo dilepaskan dari kandang sebagai persiapan perayaan 1 Suro, yang juga dikenal sebagai Malam Satu Suro.
Acara pelepasan ini merupakan bagian dari Gladi Mahesa, rangkaian persiapan untuk Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960. Setelah dilepaskan, kebo akan diarak mengelilingi Keraton sebelum kirab malam nanti.
Heri, seorang juru bicara keraton, menjelaskan bahwa lima kebo akan dilepas selama dua hari. "Selama dua hari dikeluarkan, hari ini, sama besok. Buat latihan jalan, karena lama tidak keluar (kandang), biar kakinya lemas (peregangan). Biasanya lari (setelah dikeluarkan), tapi ini sepertinya kakinya kaku," kata Heri kepada awak media, Sabtu (13/6/2026).
Heri menambahkan bahwa latihan jalan ini penting karena kebo telah lama terkurung. Kaki mereka perlu dibilas agar tidak kaku. “Ada yang birahi kayake, agak rewel, tapi besok sudah tidak. Biasa kalau 1-2 hari seperti itu,” ucapnya.
Setelah keluar dari kandang, kebo diizinkan berkeliaran di Alun‑Alun Kidul. Kemudian mereka diajak mengelilingi Keraton sebagai latihan peregangan. Heri menyebutkan rincian jumlah dan jenis kelamin: "Ada lima ekor (yang dilepas). Betinanya 3 ekor, jantannya 2 ekor. Namanya paling tua Nyai Paing (13), Ponco, Watin, Mugi, dan paling kecil Suro (3)."
Heri juga menginformasikan jadwal istirahat: "Lima ekor kebo disiapkan untuk kirab 1 suro. Jadi dua hari ini keliling Keraton, Senin diistirahatkan, Selasanya ikut kirab," ucapnya.
Untuk pemberian makan, tidak ada pakan khusus. Kebo diberi ketela, jagung, dan rumput saja, kata Heri.
Juru Bicara Paku Buwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menambahkan bahwa kebo bule keturunan Kyai Slamet telah lama menjadi bagian penting prosesi adat di Keraton. Ia menjelaskan bahwa Gladi Mahesa bertujuan memastikan Mahesa dalam kondisi siap. "Gladi Mahesa merupakan bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Paku Buwono XIV. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan yang berkaitan dengan prosesi kirab dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," kata KPA Singonagoro.
Ia mengajak abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Hajad Dalem. "Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Gladi Mahesa hingga pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro, dapat berjalan lancar, aman, dan khidmat. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati jalannya prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa," pungkasnya.
Dengan pelepasan dan latihan kebo bule ini, Keraton Solo menyiapkan diri untuk kirab Malam 1 Suro. Tradisi ini menunjukkan betapa pentingnya persiapan teknis dalam menjaga kelancaran prosesi adat yang telah berlangsung lama di wilayah Jawa Tengah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Cheddar, Mozzarella, Parmesan: Mana Lebih Sehat Konsumen?
Sambal Bawang Bu Rudy: Pedas Nendang, Mudah Dibuat di Rumah
Keraton Solo Lepaskan 5 Kebo Bule Sebelum Malam 1 Suro
Skotlandia Kalahkan Haiti 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia
Transmart Gelar Sale Full Day, Diskon Mesin Cuci Sharp
AI Leadership Exchange 2026: Indonesia Beralih ke AI Agentic
15 Juni 2026 Bukan Hari Libur: Harus Terus Bekerja
Daihatsu Fokus Layanan Aftersales Banyuwangi, Tingkatkan Pangsa
