Kereta Berhenti Ternyata Mobil Parkir Terlalu Dekat di Solo

Hendra M. · 2 min baca · 13 hari lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Kereta Berhenti Ternyata Mobil Parkir Terlalu Dekat di Solo

Gambar atau konten salah?

Kereta Api Batara Kresna tiba-tiba berhenti di perlintasan Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo. Ternyata ada mobil Honda HRV berwarna putih yang parkir terlalu dekat dengan rel.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 10.12 WIB pada 22 Mei 2026 di kawasan Kampung Batik Kauman. Saat itu, kereta masih dalam perjalanan menuju tujuan berikutnya.

Sejumlah warga di sekitar lokasi, termasuk seorang Babinsa, seorang satpam, dan beberapa orang lain, langsung berusaha mendorong mobil tersebut. Mereka berusaha memindahkan mobil agar tidak menghalangi jalur kereta.

Namun, upaya mereka gagal. Mobil tersebut dalam kondisi handbrake (rem tangan) diaktifkan, sehingga tidak mau bergerak. Keadaan ini membuat para warga tidak dapat memindahkan mobil.

“Kereta Api Batara Kresna itu sempat berhenti selama 10 menit,” kata Dimas (33), salah satu pedagang di daerah tersebut. Ia menambahkan bahwa pemilik mobil belum ditemukan pada saat kejadian.

Menurut Dimas, mobil tersebut “terlalu maju, menjorok.” Ia menjelaskan bahwa bagian depan mobil melewati batas yang berada di trotoar. Pada saat itu, tukang parkir belum tiba di lokasi.

“Tukang parkirnya belum datang, mobilnya sempat didorong tapi di-handbrake (rem tangan). Diangkat, enggak bisa juga,” tuturnya.

Dimas juga mengungkapkan bahwa masinis kereta bersabar menunggu sampai mobil dapat dipindahkan. Ia mengatakan, “Belum sempat kena (tertabrak), kereta sempat berhenti. Itu biasanya kalau masinisnya nekat langsung diterabas. Tapi ini enggak, sempat berhenti.”

Setelah beberapa menit, pemilik mobil—seorang perempuan—turun dari sebuah kafe yang berada di depan mobil. Ia menyadari mobilnya menghalangi jalannya kereta dan langsung turun dengan tergesa-gesa.

“Tapi saya tahu nongolnya itu dari atas sini. Kafe ini, turun kan yang punya mobil itu, terus dimundurin, jalan lagi,” tambahnya.

Setelah mobil dimundurkan di belakang garis kuning aman, kereta akhirnya dapat melanjutkan perjalanan tanpa hambatan. Dimas menilai bahwa kejadian ini bukan hal pertama kali terjadi di area tersebut.

Ia menegaskan, “Insiden seperti ini sudah sering terjadi, terutama di jam-jam rawan saat petugas parkir belum berjaga.” Dimas menekankan bahwa jika petugas parkir sudah berada di lokasi, kendaraan dipastikan aman dan tidak akan melebihi garis kuning pembatas.

“Kalau tukang parkirnya datang, pasti enggak ada kejadian kayak gini. Nggak melebihi yang garis kuning itu. Tukang parkir pasti tahu semua (batas aman). Ini karena kemungkinan enggak ada tukang parkirnya, cuma itu aja,” pungkasnya.

Insiden ini menunjukkan pentingnya pengawasan parkir di area perlintasan kereta. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan serius, kejadian ini mengingatkan semua pihak untuk selalu menjaga jarak aman antara kendaraan dan rel.

Kereta Api Batara KresnaPerlintasan Jalan Slamet RiyadiParkir Honda HRVSoloHandbrakePengawasan ParkirRel KeretaKampung Batik Kauman

Komentar

Memuat komentar...