Kertha Gosa: Papan Informasi Rusak, Pengunjung Lengah
Gambar atau konten salah?
Kunjungannya di Taman Wisata Kertha Gosa Klungkung, Bali, menjadi titik pertemuan antara sejarah dan harapan wisatawan asing. Salah satu pengunjung, Nicole berusia 56 tahun dari Belanda, melaporkan kendala yang tidak terduga: papan informasi yang seharusnya membantu menjelaskan situs tidak dapat dibaca.
Nicole, yang sedang menikmati hari Sabtu, 16 Mei 2023, mengungkapkan rasa kecewa ketika melihat tulisan pada papan keterangan sudah luntur. “Saya sangat senang bisa mengunjungi tempat bersejarah ini. Sangat mengagumkan. Tapi saya menyayangkan kondisi papan keterangannya yang sudah tidak bisa dibaca karena tulisannya sudah kabur. Saya rasa harus lebih banyak lagi keterangan situs yang disediakan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungannya di Kertha Gosa merupakan bagian akhir dari paket wisata yang ia rencanakan di Bali. Setelah mengunjungi situs, ia akan menginap di sekitar bandara sebelum kembali ke Belanda keesokan harinya. “Saya ditunjukkan tempat ini oleh tour agen saya. Selanjutnya saya juga membacanya di situs-situs yang memuat keterangan tentang tempat bersejarah ini. Senang rasanya. Semoga nanti bisa kembali, dengan papan keterangan yang sudah bisa dibaca dan lebih banyak,” jelasnya.
Pengamatan di lapangan menunjukkan papan keterangan terletak di depan museum Semara Jaya. Beberapa papan sudah tidak dapat dibaca karena luntur akibat hujan, sementara yang lain bahkan hanya menampilkan tempat kosong tanpa informasi apapun.
Menurut data One Gate One Destination (OGOD) Dinas Pariwisata Klungkung, kunjungan ke taman wisata ini rata-rata mencapai 150 wisatawan per hari. Pada akhir pekan, angka tersebut dapat naik menjadi 200 hingga 250 per hari.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Klungkung, Ida Bagus Gede Agung Prayudha, mengakui adanya fasilitas yang memerlukan perbaikan di Kertha Gosa. Ia menegaskan bahwa selain papan yang tidak terbaca, tiang papan juga mengalami kerusakan. “Itu baru enam bulan yang lalu kami perbaiki. Tapi memang kondisinya cepat keropos. Begitu juga yang belum terisi dan tidak bisa terbaca, kami tetap cek secara berkala dan melakukan perbaikan,” terang Prayudha.
Prayudha juga menjelaskan tantangan dalam penganggaran perbaikan. “Memang ada kendala pada penganggaran perbaikan kalau di kita. Kalau pihak ketiga akan lebih cepat prosesnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan pengelolaan fasilitas dengan pihak ketiga untuk memudahkan alokasi biaya perbaikan berkala.
Situasi ini menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas wisata agar pengunjung internasional dapat menikmati pengalaman yang memuaskan. Kertha Gosa, sebagai situs budaya yang kaya sejarah, memerlukan perhatian khusus agar informasi yang disampaikan tetap jelas dan dapat diakses oleh semua pengunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Bandara Husein Siap Kembali, Kertajati Tertinggal
Berita Terbaru
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
