Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Resmi Berlabuh

Cahyo S. · 3 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi Resmi Berlabuh

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia terus melanjutkan pembangunan infrastruktur digital nasional. Fokus utamanya adalah konektivitas yang andal, pasokan energi yang berkelanjutan, dan kepastian berusaha yang transparan. Semua ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi digital di tanah air.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pernyataan resmi pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menyambut baik pendaratan Sistem Kabel Bawah Laut Nongsa-Changi. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi fondasi fisik bagi koridor digital baru. Kabel ini memperkuat salah satu koneksi digital tercepat dan terdekat di Asia Tenggara, yaitu antara Indonesia dan Singapura.

"Sistem yang dikembangkan oleh Telin bersama BW Digital ini akan menghadirkan kapasitas tambahan lebih dari 1,6 petabit per detik," ujar Airlangga. Ia menambahkan, latensi kabel ini kurang dari 2 milidetik antara kedua negara. Kapasitas besar dengan latensi rendah ini akan mendukung berbagai layanan digital strategis. Contohnya adalah komputasi awan tingkat lanjut, inferensi kecerdasan artifisial (AI), transaksi keuangan berfrekuensi tinggi, dan pengembangan layanan digital generasi berikutnya.

Kabel Nongsa-Changi bukan sekadar infrastruktur konektivitas. Lebih dari itu, kabel ini menjadi fondasi fisik bagi terbentuknya koridor digital baru di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, Indonesia memiliki 235,26 juta pengguna internet. Tingkat penetrasinya mencapai 81,72%. Pelanggan broadband tetap juga sudah mencapai 99,5 juta.

Indonesia juga merupakan pasar AI potensial terbesar keempat di Asia. Peringkat ini berada di bawah Tiongkok, India, dan Jepang. Nilai pasar AI di Indonesia mencapai USD70 miliar, atau sekitar 6,4% dari total pasar AI Asia.

Batam berkembang pesat sebagai gerbang digital kedua Indonesia setelah Jakarta. Hal ini didukung oleh lokasi strategis, konektivitas andal, dan pasokan energi yang terus berkembang. Lingkungan kebijakan di Batam juga mendukung investasi. Fasilitas NDP1 milik BW Digital di Nongsa Digital Park memiliki kapasitas IT sebesar 120 MW. Sementara itu, DayOne bersama INA tengah mengembangkan kampus hyperscale baru. Jalur pasokan listrik terkontrak untuk proyek ini menuju 450 MW. Oracle bahkan telah memilih Batam sebagai Indonesia North Cloud Region.

Perkembangan ini tidak lepas dari kerja sama Indonesia-Singapura 6 Working Group (6WG), khususnya di kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK). Kerja sama ini terus mendorong penguatan konektivitas dan investasi digital di kawasan tersebut. Kabel Nongsa-Changi menjadi salah satu tindak lanjut konkret dari pertemuan Leaders' Retreat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura pada awal Juli 2026.

Pemerintah juga terus memperkuat kebutuhan energi dan kepastian berusaha untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital. Indonesia menargetkan perluasan kapasitas energi terbarukan dan energi campuran hingga lebih dari 100 GW dalam dekade ini. Di sisi lain, Indonesia telah memasuki pembahasan aksesi Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) pada 26 Juni 2026. Proses aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juga berjalan paralel. Tujuannya adalah membangun lingkungan bisnis yang transparan dan dapat diprediksi.

"Mari kita bangun koridor digital ini, tidak hanya dengan kabel dan pusat data, tetapi juga dengan kepercayaan, kemitraan, dan visi bersama," pungkas Airlangga Hartarto. Ia berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Indonesia dan Singapura, tetapi juga oleh seluruh kawasan ASEAN dan dunia.

Proyek kabel bawah laut ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di peta digital Asia Tenggara. Dengan kapasitas besar dan latensi rendah, koneksi ini membuka peluang bagi berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga kecerdasan buatan. Dukungan energi dan kebijakan yang transparan menjadi kunci agar investasi digital terus mengalir ke Indonesia.

infrastruktur digitalkabel bawah lauttransformasi digitalkonektivitaspusat datainvestasi digitalBatam

Komentar

Memuat komentar...