Kerugian Siber Asia Tenggara Rp 500 Triliun, Indonesia Terdampak Parah
Gambar atau konten salah?
Ancaman siber di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara semakin mengganas. Kerugian yang timbul tidak sedikit, menurut data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Secara khusus, Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, mengutip laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang mencatat kerugian akibat penipuan (scam) pada tahun 2023 mencapai USD 37 miliar atau setara Rp 500 triliun. Sebagian besar aktivitas tersebut berasal dari kejahatan terorganisir di Asia Tenggara, dan Indonesia dinilai menjadi salah satu negara yang paling terdampak.
Ismail menambahkan bahwa Europol telah mengungkap bahwa pelaku kejahatan kini telah berevolusi menjadi broker data skala besar. Mereka mengeksploitasi dan memonetisasi data pribadi di seluruh siklus kejahatan.
“Ini menunjukkan bahwa ancaman yang kita hadapi saat ini sudah sangat serius,” ujar Ismail dalam sambutannya di acara R17 Podcast Show vol.4 di Jakarta, Kamis (23 April 2026).
Menurutnya, dampak pelanggaran keamanan digital tidak bisa dianggap remeh. Selain kerugian finansial, reputasi perusahaan juga menjadi taruhan besar. “Biaya untuk menjaga keamanan (security) memang terlihat sangat besar. Namun, ketika terjadi pelanggaran keamanan dalam sebuah perusahaan, dampaknya bisa meruntuhkan fondasi yang telah lama dibangun. Reputasi menjadi taruhannya, dan ini bukan hal yang bisa dianggap sepele,” jelasnya.
Ismail menekankan perlunya perubahan paradigma, dari keamanan sebagai cost menjadi investment. Ia menyebutkan bahwa perubahan ini tidak mudah dan harus didiskusikan secara serius.
Di sisi lain, tantangan juga datang dari kesiapan talenta digital nasional. Ia mengakui jumlah talenta cukup banyak, namun belum terdata dengan baik, belum terorganisir secara optimal, dan sebagian belum berada pada level advanced, khususnya dalam konteks keamanan digital.
Dengan kondisi tersebut, tantangan utama adalah bagaimana menjaga, memperkaya (enrich), dan mengelola data agar kedaulatan negara tetap terjaga. “Lalu, apa yang bisa dilakukan pemerintah?” tanya Ismail. Ia menjelaskan bahwa dalam jangka panjang, Komdigi memiliki tiga peran utama.
1. Sebagai pembuat kebijakan dan regulasi, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, hingga peraturan menteri sebagai bagian dari tata kelola yang sistematis.
2. Sebagai orkestrator yang mengkoordinasikan berbagai aktivitas terkait keamanan, pemanfaatan data, dan ekosistem digital secara keseluruhan, yang melibatkan banyak pihak dan kepentingan.
3. Sebagai investor pada titik strategis. Pemerintah dinilai perlu berani melakukan investasi, terutama untuk kebutuhan yang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pelaku usaha.
Contohnya, pembangunan talenta digital nasional membutuhkan investasi besar dan tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan dengan skala terbatas. Begitu pula dengan pembangunan infrastruktur dan konektivitas di daerah terpencil yang memerlukan peran aktif pemerintah.
“Tiga peran utama pemerintah yakni menyusun kebijakan, melakukan orkestrasi, serta berinvestasi menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks sekaligus menjaga kedaulatan data negara,” pungkasnya.
Dengan angka kerugian yang mencapai setengah kuadriliun rupiah, langkah-langkah strategis ini menjadi penting. Pemerintah harus menyesuaikan kebijakan, meningkatkan koordinasi, dan menyalurkan dana untuk memperkuat kapasitas digital, agar Indonesia dapat menanggapi ancaman siber yang terus berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Peneliti Temukan Kunci Hewan Laut Bertahan dari Kepunahan Massal
Wood Cup: Pilih Tongkat Kayu Terunik, Indonesia ke Perempat Final
Pendapatan 50 Kreator Tembus Rp16 Triliun
Waze Dapat Suntikan AI, Gemini Bikin Laporan Kecelakaan Makin Gampang
Pentagon Rilis 40 File UFO, dari 1949 hingga 2025
Supir Taksi di KL Lukis Wajah Ronaldo di iPad
Berita Terbaru
Dybala Terima Potongan Gaji Demi Bertahan di Roma
Dua Pelajar SMP Terborgol Usai Mainkan Barang di Warung Kopi
Pejabat Ragukan Data Resmi PHK 43.000
Suhu -1°C di Puncak Merbabu, Embun Beku Muncul
MPLS Seru di Rumah Pintar BSI, 235 Siswa Baru Antusias
100.000 Warga Sambut Timnas Norwegia di Oslo
MLFF Tol Terkendala, Pengusaha Khawatir Gagal Bayar
Prancis vs Spanyol, Head to Head 39 Laga
