Ketua DPRD Bogor Pimpin Khutbah Iduladha Tegaskan Kurban

Ratna D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Ketua DPRD Bogor Pimpin Khutbah Iduladha Tegaskan Kurban

Gambar atau konten salah?

Dr. Adityawarman Adil, Ketua DPRD Kota Bogor, memimpin khutbah pada Salat Iduladha 1447 Hijriah yang berlangsung di Taman Cimanggu Boulevard, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada hari Rabu, 27 Mei 2026. Momen tersebut dihadiri ratusan jemaah yang menunggu khotbah yang disampaikan langsung oleh ketua DPRD tersebut.

Di sela‑sela salat, Maman Abdurohman bertugas sebagai imam. Sementara itu, Dr. Adityawarman Adil mengajak para jamaah untuk merenungkan makna berkurban dan meneladani integritas keluarga Nabi Ibrahim AS. Ia menekankan pentingnya rasa syukur atas nikmat iman, Islam, kesehatan, dan ukhuwah Islamiyah.

“Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi kita sebagai hamba Allah yang bertakwa untuk memperbanyak pengabdian sebagai wujud manifestasi dari rasa syukur tersebut. Salah satunya adalah dengan menunaikan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha,” ujar Dr. Adityawarman Adil pada 1 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian ibadah di bulan Zulhijah—mulai haji di Tanah Suci, puasa Arafah, hingga penyembelihan hewan kurban di Tanah Air—memiliki satu tujuan: mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Iduladha menjadi ajang belajar dari figur-figur teladan dalam sejarah Islam, khususnya keteguhan hati Siti Hajar dan pola komunikasi Nabi Ibrahim AS dengan putranya, Nabi Ismail AS.

Dr. Adityawarman mengisahkan Siti Hajar yang menunjukkan pentingnya ikhtiar suci melalui prosesi sa'i, yaitu berjalan dan berlari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. Ia juga menyoroti pola asuh Nabi Ibrahim ketika menerima perintah berat untuk menyembelih Nabi Ismail.

“Nabi Ibrahim AS adalah sosok ayah yang membangun komunikasi yang baik dengan putranya. Beliau mendahulukan diskusi ketimbang eksekusi,” kata beliau. Ia menekankan dialog penuh kasih, seperti sapaan “Ya bunayya” (wahai anakku) yang diucapkan Nabi Ibrahim dan jawaban takzim “Ya abati” (wahai ayahku) dari Nabi Ismail. Menurutnya, contoh ini harus menjadi cerminan bagi orang tua masa kini dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis dan penuh kesantunan.

Karena kepatuhan total dan keikhlasan Nabi Ismail, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba besar. Dr. Adityawarman mengajak seluruh masyarakat Kota Bogor untuk mengikis sikap acuh tak acuh dan berani mengambil peran dalam berkorban demi kebaikan bersama. Ia menegaskan bahwa kemajuan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kerelaan warga menekan ego pribadi demi kemaslahatan keluarga, lingkungan, dan negara.

Di akhir acara, Dr. Adityawarman Adil memimpin doa bersama. Ia memohon agar seluruh ibadah kurban masyarakat diterima oleh Allah SWT, dosa-dosa diampuni, dan Kota Bogor senantiasa dilimpahi perlindungan serta keberkahan.

Acara ini menegaskan kembali nilai-nilai keagamaan yang diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan rasa tanggung jawab sosial di kalangan masyarakat Bogor. Dengan mengingat contoh Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, diharapkan generasi muda dapat belajar pentingnya komunikasi, pengorbanan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari‑hari.

Dr. Adityawarman AdilIduladhaKota BogorkurbanNabi IbrahimSiti Hajarukhuwah Islamiyah

Komentar

Memuat komentar...