KLB Campak 4 Kota Sumsel Meningkat, Wajib Imunisasi Massal

Vera T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
KLB Campak 4 Kota Sumsel Meningkat, Wajib Imunisasi Massal

Gambar atau konten salah?

KLB campak adalah klasifikasi kejadian luar biasa yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pada 02 April 2026, empat kabupaten/kota di Sumatera Selatan diberi status tersebut. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, menyatakan bahwa dua di antaranya termasuk KLB campak konfirmasi laboratorium.

"Di Sumsel, ada empat daerah yang ditetapkan sebagai KLB campak. Yakni di Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara (Muratara)," kata Ira. Ia menambahkan bahwa secara nasional, KLB campak telah ditetapkan di 29 kabupaten/kota di 11 provinsi di Indonesia.

Di Palembang, jumlah kasus campak mencapai 578 suspek dan 90 positif. Kasus positif ditemukan pada rentang Januari dan Februari, sedangkan Maret nol kasus positif. Pada Januari, ada 60 kasus positif dengan 127 suspek dan Februari 30 kasus positif dengan 255 suspek. Sedangkan Maret ada 196 suspek dengan nol kasus positif," jelasnya.

Di Prabumulih, total kasus campak sebanyak 76 suspek dengan 16 positif. Rinciannya, pada Januari 33 suspek dengan 16 positif, Februari 26 suspek tanpa kasus positif, dan Maret 17 suspek tanpa kasus positif.

Selain Palembang, KLB suspek campak juga ditetapkan di Banyuasin dan Muratara. Di Banyuasin, jumlah kasus campak tercatat sebanyak 15 suspek dengan 5 positif. Sedangkan di Muratara terjadi 66 suspek dengan 8 positif.

Ira menyebutkan, "Diperlukan peningkatan cakupan imunisasi rutin yang tinggi dan merata serta terlaksananya respon dengan imunisasi massal pada empat kabupaten/kota yang menjadi daerah KLB." Ia menekankan, "Butuh dukungan penggerakan pemerintah daerah baik di empat kabupaten/kota yang telah ditetapkan (KLB) untuk melaksanakan imunisasi massal. Termasuk juga di kabupaten/kota lain untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin dan imunisasi kejar."

Secara keseluruhan, jumlah kasus campak di Sumsel hingga 30 Maret 2026 mencapai 1.243 suspek dengan 184 positif. Angka ini terus mengalami peningkatan. Pada Januari tercatat 381 suspek dengan 151 positif, Februari 530 suspek dengan 33 positif, dan Maret 332 suspek dengan nol positif.

Kasus campak di Sumatera Selatan menunjukkan tren peningkatan, terutama di Palembang dan Prabumulih. Upaya imunisasi massal dan rutin menjadi kunci untuk menanggulangi penyebaran penyakit ini.

KLB campakSumatera SelatanPalembangPrabumulihimunisasi massalKementerian Kesehatankasus campak

Komentar

Memuat komentar...