Peron Stasiun Bogor Kini Bisa Tampung Rangkaian Kereta 12 Gerbong

Nita W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Peron Stasiun Bogor Kini Bisa Tampung Rangkaian Kereta 12 Gerbong

Gambar atau konten salah?

Sejak 15 Juli 2026, peron nomor 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor resmi beroperasi lagi. Perpanjangan peron ini sudah dimulai sejak April 2026. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa serangkaian prosedur teknis sudah dijalankan. Pemeriksaan jalur, kondisi peron, dan perangkat pendukung operasional dinyatakan aman. Seluruh aspek keselamatan juga sudah dipenuhi sesuai aturan. Hasilnya, peron yang diperpanjang ini layak dipakai masyarakat.

Karina menambahkan, dengan dibukanya jalur ini, semua peron di Stasiun Bogor kini bisa melayani rangkaian Commuter Line dengan stamformasi (SF) 12. "Dengan pengoperasian jalur ini, seluruh jalur di Stasiun Bogor sudah bisa melayani rangkaian Commuter Line SF12," jelasnya pada Rabu, 15 Juli 2026. Sebelumnya, hanya beberapa peron yang mampu menampung rangkaian lebih panjang. Kini kapasitasnya merata.

Lintas Bogor saat ini melayani 392 perjalanan Commuter Line setiap hari. Dari jumlah itu, 328 perjalanan berakhir di Stasiun Bogor. Kereta pertama berangkat pukul 04.03 WIB. Kedatangan terakhir pada pukul 01.15 WIB keesokan harinya. Artinya, layanan berjalan hampir 24 jam.

Dari sisi armada, lintas Bogor menggunakan lima rangkaian seri terbaru CLI-125 dan CLI-225. Semua rangkaian itu sudah terdiri dari SF12, atau kombinasi dengan kereta existing SF10 maupun SF8. Karina menyebut hal ini mendukung operasional yang lebih efisien.

Volume pengguna Commuter Line di lintas Bogor selama semester pertama 2026 mencapai 78.077.679 orang. Rata-rata per hari 431.368 orang. Ini menjadikan lintas Bogor sebagai lintas terpadat di area Jabodetabek. Angka itu menunjukkan betapa tingginya permintaan transportasi kereta di rute tersebut.

Pengaturan naik dan turun penumpang kini bisa dilakukan di semua peron. Di sisi barat stasiun, akses keluar-masuk pengguna sudah menggunakan jalur baru yang lebih luas dan aman. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan di titik-titik krusial, terutama saat jam sibuk pagi dan sore. Penumpang tidak perlu lagi berdesakan di satu titik.

Dengan infrastruktur yang ditingkatkan, kapasitas angkut Stasiun Bogor bertambah setiap hari. Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pengguna. Rinciannya, 9.371.057 pengguna naik dan 9.080.405 pengguna turun. Rata-rata aktivitas harian mencapai 101.942 pergerakan per hari. Angka ini mencerminkan peran sentral Stasiun Bogor dalam jaringan Commuter Line.

Pada awal pengoperasian jalur 6, 7, dan 8, KAI Commuter menyiagakan petugas layanan dan pengamanan di area hall jalur baru. Mereka bertugas mengarahkan dan mengatur arus pengguna. Fasilitas seperti musala dan toilet di sisi barat peron 8 juga sudah dibuka kembali.

Perpanjangan peron ini merupakan langkah untuk mengakomodasi rangkaian kereta yang lebih panjang dan peningkatan jumlah penumpang. Data semester pertama menunjukkan volume tinggi, terutama di lintas Bogor. Dengan akses baru dan kapasitas peron yang merata, beban stasiun diharapkan lebih terkendali. KAI Commuter terus menyesuaikan infrastruktur dengan kebutuhan harian yang terus bertambah.

Stasiun BogorPeronCommuter LineSF12KAI CommuterLintas BogorKapasitas

Komentar

Memuat komentar...