Lamongan Rayakan Hari Jadi ke-457 dengan Kirab Budaya
Gambar atau konten salah?
Lamongan akan menandai Hari Jadi Lamongan ke-457 pada 26 Mei 2026 dengan puncak peringatan yang menampilkan Kirab Budaya dan Pasamuan Agung. Puncak acara dimulai pukul 06.30 WIB di depan Gedung DPRD Lamongan dan berakhir di Pendopo Lokatantra Lamongan. Seluruh rangkaian dirancang untuk memperlihatkan kekayaan seni tradisional dan hiburan rakyat.
Para penonton akan disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari reog, barongsai, drumband, genta buana, jaran jenggo, tongklek, hingga sendratari dan karawitan campursari. Setiap seni menonjolkan ciri khas daerah, memberi warna pada perjalanan kirab.
Menurut Suseng Widodo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan, “peringatan HJL menjadi momentum memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan budaya daerah.” Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarwarga dalam merayakan hari jadi.
Ia juga mengajak warga dengan kata-kata berikut: “Kami mengajak seluruh masyarakat Lamongan untuk turut menyemarakkan Hari Jadi Lamongan ke-457 dengan tetap menjaga ketertiban dan kelancaran bersama. Kirab budaya ini menjadi momen untuk menunjukkan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Lamongan,” ujar Sugeng Widodo pada Senin, 25 Mei 2026.
Rute kirab memanjang sekitar 2,3 kilometer. Rombongan dimulai dari Gedung DPRD Lamongan, menempuh Jalan Andansari, Jalan Andan Wangi, Jalan Sunan Drajat, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Kombespol M Duryat, Jalan Soewoko, dan Jalan Dr Wahidin. Setelah itu, peserta melintasi Jalan Lamongrejo sebelum tiba di Pendopo Lokatantra Lamongan.
Selama perjalanan, beberapa ruas jalan akan dialihkan arus lalu lintas. “Masyarakat diimbau menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menghindari kepadatan kendaraan,” jelas Sugeng Widodo.
Ia menutup ajakan dengan kata: “Mari bersama kita sukseskan rangkaian HJL ke-457 dengan tetap menjaga ketertiban berlalu lintas,” sambil menegaskan bahwa acara ini juga bertujuan memperkuat identitas budaya Lamongan.
Puncak peringatan dimulai dengan ziarah dan tabur bunga ke makam para leluhur. Ziarah yang digelar oleh Pemkab Lamongan berlangsung sejak 24 Mei 2026 di makam di Paciran, Karangbinangun, Deket, Sugio, Turi, Maduran, Lamongan, Mantup, dan Glagah. Pada Senin, 25 Mei 2026, ziarah dilanjutkan di makam Mbah Sabilan, Mbah Punuk, dan Mbah Lamong di Kelurahan Tumenggungan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang akrab dipanggil Pak Yes, turut hadir bersama Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara dan jajaran Forkopimda. Ia menyatakan bahwa peringatan Hari Jadi Lamongan didasarkan pada pengawalan Tumenggung Surajaya (Ranggahadi/Mbah Lamong) oleh Sunan Giri IV (Sunan Prapen) sebagai Adipati Lamongan pertama.
Pak Yes menambahkan: “Peringatan HJL menjadi pengingat atas amanah kepemimpinan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Bupati.
Acara ini menegaskan kembali pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan. Melalui rangkaian kirab, pasamuan, dan ziarah, masyarakat Lamongan dapat merayakan sejarahnya sambil mempererat hubungan sosial. Peringatan Hari Jadi Lamongan ke-457 menjadi ajang refleksi atas warisan budaya dan tanggung jawab kepemimpinan yang terus dijaga oleh generasi sekarang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun