Lampion Waisak 2026: Borobudur Penuh Pesona Khas Malam

Dwi H. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
Lampion Waisak 2026: Borobudur Penuh Pesona Khas Malam

Gambar atau konten salah?

Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur akan digelar kembali pada Minggu, 31 Mei 2026 sebagai puncak perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE. Acara ini menjadi sorotan bagi pengunjung yang ingin menyaksikan lampion terbang di malam hari, sekaligus mengikuti ritual keagamaan yang berlangsung di kawasan suci tersebut.

Setiap tahun, ribuan orang berkumpul di Candi Borobudur untuk memeluk nilai spiritual Waisak. Kegiatan ini tidak hanya sekadar festival visual; ia merupakan penutup ibadah umat Buddha. Karena itu, pengunjung diharapkan mematuhi aturan yang ketat agar suasana tetap tenang dan penuh hormat.

1. Pahami Perbedaan Tiket “Nonton” dan “Melepas” Lampion

Panitia biasanya menyediakan dua kategori tiket. Jika Anda membeli tiket Melepas Lampion, Anda dapat masuk ke area dalam (ring 1) lapangan utama untuk menerbangkan lampion bersama kelompok. Sebaliknya, tiket Nonton hanya mengizinkan Anda melihat dan memotret dari area luar pagar pembatas yang telah ditentukan. Pastikan untuk memeriksa jenis tiket yang Anda beli agar ekspektasi sesuai dengan regulasi di lapangan. Jangan memaksakan masuk ke area pelepasan jika hanya memegang tiket penonton; hal ini dapat mengganggu kelancaran ritual ibadah.

2. Wajib Pakai Baju Putih dan Sopan

Acara ini merupakan rangkaian ibadah hari besar keagamaan, sehingga pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan, menutup bahu dan lutut, serta berwarna putih polos. Pakaian berwarna mencolok atau terlalu terbuka dapat dianggap tidak menghormati kesakralan acara dan berpotensi dilarang masuk oleh petugas keamanan. Selain mematuhi aturan, pakaian putih juga akan terlihat sangat indah di bawah cahaya lampion malam hari. Pertimbangkan memakai celana panjang longgar dan alas kaki empuk karena Anda akan banyak berjalan dan lesehan di rumput.

3. Gunakan Transportasi Umum atau Ojek Lokal

Di sekitar Candi Borobudur pada malam Waisak, kemacetan seringkali berada di tingkat ekstrem. Kendaraan pribadi (mobil atau motor) akan kesulitan mencari tempat parkir resmi, dan risiko terjebak macet total selama berjam-jam sangat tinggi. Solusi terbaik adalah menggunakan transportasi umum atau menginap di sekitar kawasan Borobudur. Jika datang dari arah Magelang atau Yogyakarta, parkir kendaraan agak jauh dari area candi dan gunakan jasa ojek lokal atau dokar untuk mencapai gerbang masuk.

4. Hormati Prosesi Keagamaan (Jaga Ketenangan)

Ingatlah bahwa pelepasan lampion di Candi Borobudur adalah rangkaian penutupan ibadah Hari Raya Waisak, bukan sekadar festival hiburan. Sangat dilarang membuat kegaduhan, bercanda berlebihan, atau berteriak-teriak saat lampion mulai diterbangkan. Saat biksu memimpin doa atau meditasi sebelum pelepasan, usahakan tetap hening. Matikan lampu kilat (flash) kamera karena selain mengganggu kekhusyukan umat yang beribadah, kilatan lampu tersebut juga dapat merusak estetika pendaran cahaya alami lampion.

5. Bawa Jaket

Meskipun siang hari di Magelang cenderung panas, area pelataran Candi Borobudur pada tengah malam hingga dini hari bisa menjadi sangat dingin dan berangin kencang. Angin ini menjadi tantangan terbesar saat prosesi menyalakan sumbu lampion. Kenakan jaket atau syal putih sebagai cadangan. Membawa minyak angin di dalam tas kecil juga sangat membantu untuk menjaga tubuh tetap hangat selama menunggu momen pelepasan.

6. Sabar Saat Bubaran Acara

Festival biasanya selesai sekitar pukul 11 malam atau bahkan dini hari. Dengan jumlah massa mencapai belasan ribu orang, proses keluar dari area candi menuju tempat parkir atau jalan raya memakan waktu lama. Jika Anda tidak sabar, perjalanan pulang bisa menjadi lebih berbahaya. Jangan terburu-buru ikut berdesakan di pintu keluar begitu lampion terakhir terbang. Duduklah santai terlebih dahulu di sekitar pelataran selama 20–30 menit sambil menikmati sisa-sisa pemandangan langit malam Borobudur, biarkan kerumunan utama terurai terlebih dahulu agar perjalanan pulang lebih aman.

Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur menuntut persiapan matang, penghormatan terhadap ritual, dan kesabaran karena kerumunan besar. Dengan mengikuti tips di atas, pengunjung dapat menikmati keindahan lampion sekaligus menjaga ketenangan dan keamanan acara.

Festival Lampion WaisakCandi BorobudurTiket NontonPakaian PutihTransportasi UmumProsesi KeagamaanJaketKetenangan

Komentar

Memuat komentar...