Lansir Gunung Slahung: 9 Titik Terancam, Puskesmas Terganggu
Gambar atau konten salah?
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Slahung, Ponorogo sejak Selasa malam menimbulkan beberapa titik longsor di sepanjang jalur Ponorogo‑Pacitan. Dampaknya terasa sampai ke fasilitas kesehatan, salah satunya UGD Puskesmas Slahung.
Camat Slahung, Nur Huda Rifai, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal terdapat sejumlah titik yang terkena akibat curah hujan tinggi. Ia menyatakan, “Informasi awal akibat curah hujan tinggi tadi malam ini ada beberapa titik. Ada 9 titik, sebagian besar ada di jalur Ponorogo‑Pacitan, yang paling besar ada di perbatasan Ponorogo‑Pacitan. Sembilan titik ini masih kami petakan,” pada Rabu, 15 April 2026.
Nur Huda menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. Ia mengatakan, “Sudah kami laporkan ke BPBD dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.”
Kapolsek Slahung, AKP Pitoyo, menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan jalur menuju Pacitan, tepatnya di area Perhutani petak 56. Ia berkata, “Jadi tadi pagi jam 3 terjadi longsor arah Pacitan, kebetulan di kawasan Perhutani petak 56. Karena curah hujan tinggi,”. Menurutnya, material longsor berupa lumpur dan kayu lapuk cukup banyak dan licin, sehingga membahayakan pengguna jalan.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mendatangkan alat berat guna melakukan pembersihan material longsor. Kapolsek menjelaskan, “Langkah kami sudah koordinasi dengan PU untuk meminta alat berat melakukan pengurukan, ke BPBD juga untuk dilakukan penyemprotan.”
Selain itu, arus lalu lintas di jalur Ponorogo‑Pacitan saat ini diberlakukan sistem buka‑tutup demi menjaga keselamatan pengguna jalan. Ia menambahkan, “Arus lalu lintas dilakukan buka tutup dan dipastikan tetap lancar. Ini material longsor banyak dan licin.”
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk membantu proses pembersihan material longsor. Kapolsek menutup, “Kami juga koordinasi dengan damkar untuk dilakukan penyemprotan dengan ketinggian sekitar 35 meter, karena material berupa lumpur dan kayu‑kayu yang sudah lapuk.”
Situasi ini menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi dalam menanggapi bencana alam. Langkah-langkah yang diambil, mulai dari pelaporan ke BPBD, pembersihan material, hingga pengaturan lalu lintas, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk meminimalkan risiko bagi warga dan infrastruktur di wilayah Slahung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste di Laga Kedua AFF U-19 2026
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Berita Terbaru
IHSG Turun 4,11% ke 5.941,06, Investor Fokus Rebalancing
Alfamidi Laba Kuartal 2026 Naik 39,5% dengan Ekspansi Gerai
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Wakil Menteri Kunjungi SMP Tabanan, Cek Revitalisasi, MBG
Wakil Menteri Kunjungi SDN 3 Sembung Gede, Minta Revitalisasi
Hujan Lebat dan Petir Diprediksi Menyerang Medan Malam Ini
58 Hunian Terganggu Angin Kencang: Warga Kembali ke Tenda
Orang Tua Kritik Menu MBG Cibodas: Nugget, Anggur, Kedelai
