Lumpur Lapindo Masih Dipompa ke Sungai Porong, Tak Terlihat

Ika P. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Lumpur Lapindo Masih Dipompa ke Sungai Porong, Tak Terlihat

Gambar atau konten salah?

Sejak semburan lumpur Lapindo pertama kali muncul pada 29 Mei 2006, dua dekade kemudian muncul fakta baru yang menimbulkan pertanyaan. Salah satu yang paling mencolok adalah aliran lumpur ke Sungai Porong yang tidak lagi terlihat.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Zulyana Tandju, aliran lumpur masih berlangsung. “Masih ada (aliran lumpur ke sungai Porong),” kata Zulyana. Ia menambahkan bahwa aliran tersebut dilakukan secara rutin setiap tahun sesuai jadwal kontrak. “Rutin setiap tahun, sesuai jadwal kegiatan kontrak pengaliran lumpur,” tambahnya.

Zulyana menjelaskan bahwa volume rata‑rata aliran lumpur saat ini mencapai 20 juta meter kubik per tahun. Proses ini dilakukan secara mekanis menggunakan alat berat, yakni kapal keruk dan pompa melalui pipa outlet yang dialirkan ke Sungai Porong. Tujuannya adalah menjaga kapasitas tampungan genangan waduk agar tetap pada clearance, atau jarak ruang aman terhadap top level puncak tanggul. “Ditambah dengan volume air hujan atau curah yang tinggi agar tidak overtopping,” tandasnya.

Warga Porong, seperti Puji berusia 58 tahun, bertanya-tanya mengapa aliran lumpur tidak lagi terlihat. Ia mengaku dua minggu lalu pipa pembuangan masih terlihat mengalirkan air dan lumpur menuju Sungai Porong. “Masih keluar air sama lumpur. Tapi sekitar satu minggu ini sudah tidak kelihatan mengalir lagi,” kata Puji. Ia tidak mengetahui penyebab berhentinya aliran tersebut maupun alasan teknis penghentian pembuangan air dan lumpur ke Sungai Porong.

Aliran lumpur yang terus berlangsung menunjukkan upaya pengendalian yang masih aktif, meski visibilitas aliran menurun. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas dan transparansi prosedur pengelolaan lumpur di wilayah tersebut.

lumpur LapindoSungai Porongpengendalian lumpurvolume 20 juta meter kubikpipa outletkapal kerukpompatanggul

Komentar

Memuat komentar...